Bisnis Intercity Shuttle WEHA Tumbuh Positif, Pendapatan Naik 13% di 2025
Sepanjang tahun 2025, WEHA Transportasi Indonesia mencatatkan pendapatan Intercity Shuttle sebesar Rp 185,089 miliar.
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk melaporkan bahwa kinerja keuangan bisnis Intercity Shuttle pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan dan laba operasional dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurut paparan financial highlight 2025 versus 2024, perusahaan mencatat kenaikan pendapatan yang mencapai angka double digit. Namun, laba bersih atau net profit mengalami sedikit penurunan meskipun bisnis tetap tumbuh dan EBITDA meningkat. Margin laba bersih juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Andrianto Putera Tirtawisata mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pendapatan Intercity Shuttle tercatat sebesar Rp 185,089 miliar, yang menunjukkan kenaikan sebesar 13% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp 164,474 miliar.
"Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong pertumbuhan laba kotor perusahaan. Gross profit pada 2025 mencapai Rp 60,663 miliar, meningkat 13% dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp 53,660 miliar," kata Andrianto dalam Public Expose PT WEHA Transportasi Indonesia, Tbk, pada Jumat (8/5/2026). Meskipun nominal laba kotor meningkat, gross profit margin perusahaan tetap berada di level 33%, sama seperti tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa efisiensi biaya pokok penjualan masih terjaga di tengah ekspansi bisnis.
Pertumbuhan pendapatan dan laba kotor ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas operasional serta permintaan terhadap layanan transportasi antarkota yang tetap solid sepanjang tahun berjalan. Dengan demikian, meskipun terdapat beberapa tantangan, perusahaan tetap optimis dalam menghadapi dinamika pasar dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keuangan di masa mendatang.
EBITDA Meningkat 11%, Sementara Margin Tetap Stabil
Dari segi operasional, EBITDA Intercity Shuttle menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2025, EBITDA perusahaan mencapai Rp 40,129 miliar, yang mencerminkan kenaikan sebesar 11% dibandingkan dengan angka tahun 2024 yang sebesar Rp 36,127 miliar. Di sisi lain, EBITDA margin tetap stabil di angka 22% pada tahun 2025, sama seperti tahun sebelumnya. Stabilitas margin ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengendalikan beban operasional meskipun ada peningkatan dalam skala usaha yang dijalankan.
Namun, laba bersih perusahaan mengalami sedikit penurunan. Laba bersih yang tercatat pada tahun 2025 mencapai Rp 13,206 miliar, mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 13,515 miliar.
Penurunan laba bersih ini menyebabkan net profit margin juga turun menjadi 7% pada tahun 2025, dari sebelumnya 8% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun EBITDA meningkat, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas bersihnya.