MDIY Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun Sepanjang 2025, Kinerja Solid Dorong Pertumbuhan
PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,1 triliun sepanjang 2025. Simak bagaimana kinerja keuangan MDIY 2025 yang solid ini terwujud berkat model operasional dan manajemen finansial disiplin.
PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumumkan pencapaian laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025. Perusahaan berkode saham MDIY ini berhasil membukukan laba sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 4,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,08 triliun.
Peningkatan kinerja finansial ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai 16,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp7,9 triliun. Total pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp7,9 triliun dari Januari hingga Desember 2025. Kinerja positif ini menegaskan kekuatan model operasional MDIY.
Direktur Utama MDIY, Edwin Cheah, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan skalabilitas model operasional perseroan dan manajemen finansial yang disiplin. Hal ini memungkinkan MDIY menghasilkan profitabilitas secara konsisten.
Pertumbuhan Laba dan Pendapatan yang Kuat
Sepanjang tahun 2025, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) menunjukkan performa keuangan yang impresif dengan kenaikan laba bersih. Laba bersih perseroan mencapai Rp1,1 triliun, meningkat 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini membuktikan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan oleh manajemen.
Selain laba bersih, pendapatan perseroan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 16,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp7,9 triliun. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh relevansi penawaran produk MDIY terhadap kebutuhan masyarakat. Eksekusi operasional yang disiplin di seluruh jaringan toko MR.D.I.Y. Indonesia juga berperan besar.
Pada kuartal IV yang berakhir 31 Desember 2025, MDIY mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,2 persen (YoY) menjadi Rp338,6 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh produktivitas operasional yang lebih tinggi serta disiplin dalam pengelolaan biaya. Hal ini memperkuat momentum kinerja di akhir tahun.
Ekspansi Jaringan dan Ketahanan Finansial
MR.D.I.Y. Indonesia tidak hanya fokus pada peningkatan profitabilitas, tetapi juga aktif memperluas jaringannya sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membuka 272 toko baru di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi ini menunjukkan komitmen MDIY untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Ekspansi tersebut didukung oleh kemampuan perseroan dalam menghasilkan kas internal yang kuat. Arus kas operasional MDIY meningkat tajam sebesar 70,2 persen (YoY) menjadi Rp1,3 triliun. Kondisi ini menegaskan kapasitas finansial perusahaan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, MR.D.I.Y. Indonesia berhasil mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan gearing ratio sebesar 0,4 kali. Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menekankan bahwa pendekatan seimbang antara ekspansi dan pengelolaan keuangan menjadi kunci. Ini memastikan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan dengan fondasi keuangan yang kuat.
Komitmen Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham
Manajemen MR.D.I.Y. Indonesia berencana untuk membagikan dividen tunai minimal 40 persen dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025. Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap para pemegang sahamnya.
Edwin Cheah menyatakan, "Kami dengan senang hati mengumumkan rencana pembagian dividen yang akan diajukan untuk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang." Pernyataan ini menegaskan keyakinan manajemen terhadap kinerja laba perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Pembagian dividen ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi investor. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan diri MDIY terhadap prospek bisnisnya di masa depan. Pendekatan finansial yang pruden dan kemampuan menghasilkan kas yang solid menjadi dasar keputusan ini.
Sumber: AntaraNews