Laba Bersih PT Timah Meroket 595 Persen di Kuartal I 2026, Lampaui Target Rp1,5 Triliun

PT Timah (TINS) mencatatkan lonjakan laba bersih fantastis Rp1,5 triliun di Kuartal I 2026, jauh melampaui target. Apa saja faktor pendorong di balik kinerja gemilang Laba Bersih PT Timah ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Laba Bersih PT Timah Meroket 595 Persen di Kuartal I 2026, Lampaui Target Rp1,5 Triliun
PT Timah (TINS) mencatatkan lonjakan laba bersih fantastis Rp1,5 triliun di Kuartal I 2026, jauh melampaui target. Apa saja faktor pendorong di balik kinerja gemilang Laba Bersih PT Timah ini? (AntaraNews)

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan pencapaian luar biasa pada Kuartal I 2026, berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun. Angka ini secara signifikan melampaui target yang ditetapkan perseroan, yakni sebesar Rp252 miliar. Kinerja gemilang ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 595 persen dari target awal yang telah ditentukan.

Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menjelaskan bahwa capaian solid ini ditopang oleh peningkatan produksi yang signifikan di seluruh lini bisnis. Selain itu, optimalisasi operasional dan perbaikan tata kelola perseroan secara berkelanjutan turut menjadi kunci keberhasilan. Strategi ini konsisten diterapkan untuk melampaui target laba yang telah ditetapkan.

Peningkatan laba bersih ini juga sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan yang melonjak 160,5 persen secara tahunan (yoy), mencapai Rp5,47 triliun pada Kuartal I 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Rp2,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah yang meningkat.

PT Timah (TINS) berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp5,47 triliun pada Kuartal I 2026, naik tajam 160,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi indikator kuat dari efektivitas strategi bisnis yang diterapkan perseroan. Peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan pendapatan ini.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan mencapai Rp1,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp252 miliar. Capaian ini menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan perseroan dalam mengelola biaya. EBITDA juga tercatat sebesar Rp2,1 triliun, tumbuh 450 persen yoy dari Rp348 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menyatakan bahwa kinerja keuangan yang solid ini merupakan hasil dari pencapaian operasional yang signifikan. Konsistensi dalam strategi optimalisasi di seluruh lini bisnis menjadi faktor penentu. Hal ini memungkinkan perseroan untuk tidak hanya mencapai, tetapi juga melampaui target laba yang ditetapkan.

Dari sisi operasional, PT Timah mencatatkan lonjakan produksi bijih timah sebesar 96 persen (yoy) menjadi 6.312 ton Sn pada Kuartal I 2026. Angka ini meningkat signifikan dari 3.225 ton Sn pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penambahan unit operasi seperti Kapal Isap Produksi (KIP) dan Ponton Isap Produksi (PIP), maupun tambang darat kemitraan.

Restu Widiyantoro menjelaskan bahwa beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1 turut mendukung peningkatan produksi. Selain itu, perbaikan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi juga berperan penting. Dukungan Satuan Tugas (Satgas) dari pemerintah yang ditempatkan di perseroan juga memberikan kontribusi positif.

Untuk penambangan darat, perseroan menambah jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu. Ini bertujuan untuk memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan selaras dengan blok rencana kerja yang telah ditetapkan. Sementara itu, pada penambangan laut, perseroan mengoperasikan satu unit Kapal Keruk (KK) dan terus mengoptimalkan kinerja Kapal Isap Produksi (KIP).

Peningkatan kinerja juga didukung oleh optimalisasi fasilitas pengolahan sisa hasil pengolahan KIP. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan dan produktivitas Ponton Isap Produksi (PIP). Produksi logam timah perseroan juga tumbuh 82 persen (yoy) menjadi 5.630 metrik ton Sn, dibandingkan sebesar 3.095 metrik ton Sn pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Timah menunjukkan rasio keuangan yang sehat pada Kuartal I 2026, mencerminkan kondisi finansial yang stabil. Quick Ratio tercatat sebesar 105,1 persen, sementara Current Ratio mencapai 276,1 persen. Rasio-rasio ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik.

Selain itu, Debt to Asset Ratio perseroan berada pada angka 6,9 persen, dan Debt to Equity Ratio sebesar 10,6 persen. Angka-angka ini mengindikasikan struktur permodalan yang kuat dan tingkat utang yang terkendali. Posisi aset perseroan tumbuh 11,62 persen (yoy) menjadi Rp15,23 triliun, dibandingkan senilai Rp13,64 triliun pada akhir 2025.

Seiring dengan peningkatan produksi, penjualan logam timah tumbuh 113 persen (yoy) menjadi 6.009 metrik ton pada Kuartal I 2026, dibandingkan sebesar 2.824 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata logam timah juga melonjak 51 persen (yoy) menjadi 49.221 dolar AS per metrik ton, dibandingkan 32.495 dolar AS per metrik ton pada periode sebelumnya.

Pasar ekspor mendominasi penjualan logam timah perseroan sebesar 97 persen, sementara penjualan domestik sebesar 3 persen. Enam negara tujuan ekspor utama meliputi China (48 persen), India (11 persen), Korea Selatan (10 persen), Italia (6 persen), Singapura (5 persen), dan Belanda (4 persen). Ini menunjukkan jangkauan pasar internasional yang luas dan strategi pemasaran yang efektif.

  • Rasio Keuangan Penting Kuartal I 2026:
    • Quick Ratio: 105,1 persen
    • Current Ratio: 276,1 persen
    • Debt to Asset Ratio: 6,9 persen
    • Debt to Equity Ratio: 10,6 persen
  • China: 48 persen
  • India: 11 persen
  • Korea Selatan: 10 persen
  • Italia: 6 persen
  • Singapura: 5 persen
  • Belanda: 4 persen

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi