Pimpinan DPRD Sulsel Beri Apresiasi TNI Damkarmat: Aksi Heroik Atasi Ricuh Pembakaran Kantor, Tahukah Anda Tantangannya?

Wakil Ketua DPRD Sulsel sampaikan Apresiasi TNI Damkarmat atas aksi cepat tangani ricuh pembakaran kantor. Bagaimana mereka berhasil memadamkan api di tengah massa anarkis?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pimpinan DPRD Sulsel Beri Apresiasi TNI Damkarmat: Aksi Heroik Atasi Ricuh Pembakaran Kantor, Tahukah Anda Tantangannya?
Wakil Ketua DPRD Sulsel sampaikan Apresiasi TNI Damkarmat atas aksi cepat tangani ricuh pembakaran kantor. Bagaimana mereka berhasil memadamkan api di tengah massa anarkis? (Merdeka.com)

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menyampaikan apresiasi mendalam. Apresiasi ini ditujukan kepada personel TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Mereka dinilai berkontribusi besar dalam penanganan peristiwa pembakaran kantor DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar. Insiden tragis ini terjadi oleh massa anarkis pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Sufriadi Arif mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi pasca-kejadian. Hampir seluruh ruang dan bangunan kantor DPRD Sulsel mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Ia meninjau langsung lokasi di Jalan Urip Sumoharjo Makassar pada hari Sabtu.

"Atas nama DPRD Sulsel, kami mengapresiasi teman-teman tim pemadam kebakaran dan juga personel TNI," ujar Sufriadi. Ia menambahkan bahwa mereka begitu cepat mengatasi masalah yang ada di lapangan. Kontribusi ini sangat vital untuk mengendalikan situasi darurat.

Tantangan dan Dedikasi Petugas Pemadam Kebakaran

Kepala Bidang Operasi Pemadaman Damkar Makassar, Cakrawala, mengungkapkan detail pengerahan pasukan. Sebanyak 280 personel Damkarmat dengan 40 armada dikerahkan penuh. Mereka bekerja bolak-balik tanpa henti untuk memadamkan api.

Cakrawala mengakui adanya keterlambatan dalam upaya pemadaman api. Massa menutup akses masuk, sehingga armada sulit mencapai titik sumber api. Ada risiko besar bagi armada dan personel jika memaksakan diri menembus kerumunan.

"Armada kita sudah merapat ketika informasi massa datang, tetapi massa sangat banyak," jelas Cakrawala. Ia menambahkan, "Armada dan personel baru bisa tembus setelah dibantu aparat TNI." Kolaborasi ini krusial untuk membuka jalan bagi petugas.

Petugas Damkarmat menghadapi bahaya serius selama bertugas. Di Kantor DPRD Kota Makassar, mereka diserang anak panah dan bom molotov. Personel bekerja ekstra keras hampir 24 jam tanpa lelah.

Kerugian dan Imbauan Pimpinan DPRD

Kerusakan akibat pembakaran massa sangat signifikan di kedua kantor DPRD. Di Kantor DPRD Makassar, hampir semua ruangan terbakar, termasuk puluhan kendaraan. Sementara itu, di DPRD Sulsel, gedung rapat paripurna, menara, kantor Bank Sulselbar, ATM, dan pos penjagaan juga menjadi sasaran.

Sufriadi Arif menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Ia meminta agar semua pihak menahan diri pasca-kejadian ini. "Ini adalah rumah kita, ini adalah rumah rakyat," tegasnya, menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik.

Kepada mahasiswa, Sufriadi berharap tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan dialog. Ia mengimbau agar menghadapi situasi dengan kepala dingin, bukan dengan tindakan anarkis. "Saya sangat berharap, adik-adik mahasiswa, mulai hari ini semua menahan diri dan kita sama-sama menjaga Sulsel," pungkasnya.

Melihat kondisi bangunan yang nyaris tidak layak digunakan, pihak DPRD akan segera berdiskusi. Mereka akan membahas solusi kantor sementara agar kegiatan anggota dewan tidak terhenti. "Bukan hanya ruangan saya, fraksi-fraksi lain semuanya terbakar," kata Sufriadi, menggambarkan skala kerusakan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi