Bentrok Ormas saat Pengajian Rizieq Shihab di Pemalang, Polisi Buru Provokator di Acara Pengajian
Pelapor sendiri sudah ada dari anggota Polres Pemalang yang menjadi korban penganiayaan saat melakukan tugas pengamanan.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah masih memburu para pelaku terkait kasus dua ormas terlibat bentrok dalam pengajian Habib Rizieq di Kabupaten Pemalang. Para pelaku diduga berasal dari dua kelompok Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).
"Kasus ini sudah naik penyidikan, pelapornya sudah ada, korbannya sudah ada ini jelas tindak pidana. Tinggal cari tersangkanya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, Selasa (29/7).
Pelapor sendiri sudah ada dari anggota Polres Pemalang yang menjadi korban penganiayaan saat melakukan tugas pengamanan.
"Ada lima anggota yang alami luka-luka. Mereka melaporkan pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan," ungkapnya.
Phaknya juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, baik dari aparat maupun warga sipil. Sedangkan panitia acara pengajian dan kedua pentolan ormas dalam waktu dekat dijadwalkan untuk pemeriksaan.
"Sampai saat ini, kami sudah memeriksa 6 anggota, 4 kadus. Dua pentolan ormas masih dalam proses pemanggilan," jelasnya.
Sedangkan dari lokasi kejadian, sejumlah barang bukti yang disita yakni seperti batu-bata dan kayu, dan rekaman video sedangkan di lokasi kejadian tidak menemukan senjata tajam.
Saat ini Polres Pemalang dan Polda Jateng berkolaborasi agar proses ini lebih efektif. Pihaknya saat ini masih fokus mengumpulkan alat bukti.
"Siapa pelaku pelemparan atau pengeroyokan sedang kami dalami melalui video dan keterangan saksi," pungkasnya.
Kejadian di Pemalang
Sebelumnya, bentrokan dua organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, saat pengajian yang dihadiri Muhammad Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Rabu malam (23/7) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bentrok Ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI) sempat viral lantaran vidio aksi saling pukul yang membuat 11 orang mengalami luka-luka tersebar ke sejumlah sosial media.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Muslichah Setiasih menjelaskan, gesekan diduga dipicu adanya penolakan massa PWI-LS terhadap kedatangan Habib Rizieq di Pegundan, Petarukan, Pemalang.
Menurut dia, informasi mengenai penyelenggaraan pengajian dengan Habib Rizieq sudah tersiar sepekan sebelum kegiatan digelar. “Jadi memang (ada informasi) ingin mengadang (kedatangan Habib Rizieq). Tapi kami mediasi," kata Muslichah kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).
Mediasi membuahkan hasil pengajian di Pegundan, Petarukan, Pemalang, tetap digelar dengan sejumlah catatan. Yakni tidak provokatif, tidak membawa orang banyak dan tidak membawa senjata tajam.
“Kesepakatannya tetap ada pengajian, karena kan pengajian tujuannya memang baik," jelasnya.
Kendati telah disepakati dengan berbagai catatan, bentrokan tetap tidak dapat dihindari antar PWI-LS dan FPI seusai acara dimulai pukul 23.00 WIB. Padahal, saat acara berlangsung, ada sekitar 500-an massa FPI yang menghadiri pengajian Habib Rizieq.
“Karena kedua kelompok ini ternyata masih susah untuk dibilangin. Makanya setelah pengajian selesai, ulamanya sudah mundur, kemudian ada yang merangsek masuk ke panggung. Kemudian dibalas oleh yang berjaga. Jadi saling lempar, saling pukul pakai tongkat kayu," ungkapnya.