Kapolres Pemalang Dimutasi!
Eko digantikan AKBP Rendy Setia Permana yang sebelumnya menjabat Kasubdit Paminal Propam Polda Bali.
Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, resmi diganti usai ada insiden terjadinya bentrok antara kelompok Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI) di Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (23/7).
Eko digantikan AKBP Rendy Setia Permana yang sebelumnya menjabat Kasubdit Paminal Propam Polda Bali. Sedangkan Eko dimutasi ke Kasubbagmonev Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri di Mabes Polri. Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa mutasi jabatan dilakukan pada Selasa (29/7) lalu. Mutasi ini merupakan bagian dari pola pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman.
"Mutasi bagian tour of duty dan tour of area, sebagai upaya pengembangan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Artanto dalam keterangannya, Kamis (31/7).
Artanto menekankan bahwa Polda Jawa Tengah akan melakukan penyesuaian dengan perkembangan yang ada di wilayahnya.
"Ini juga langkah strategis Polda Jateng untuk menjawab dinamika tantangan tugas yang terus berkembang di wilayah hukum Polda Jateng," ungkapnya.
Meski tidak hanya sebagai bentuk regenerasi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan institusi terhadap para pejabat yang ditunjuk. Dengan adanya rotasi dan promosi jabatan ini, diharapkan muncul semangat baru dan ide-ide segar yang dapat mendorong optimalisasi kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Harapannya para pejabat baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program-program strategis di wilayah tugas masing-masing. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus mendukung kinerja Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi terwujudnya Jawa Tengah yang aman, nyaman, dan damai.
"Dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat sangat kami harapkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif," ujarnya.
Adapun pejabat yang mengikuti sertijab antara lain:
Dirpolairud Polda Jateng :
Pejabat lama : Kombes Pol Hariadi
Pejabat baru : Kombes Pol Raspani
Kabidkum Polda Jateng :
Pejabat lama : Kombes Pol Johanes Setiawan Widjanarko
Pejabat baru : Kombes Pol Zainal Rio Chandra Tangkari
Kayanma Polda Jateng :
Pejabat lama : AKBP Umi Mariati
Pejabat baru : AKBP Aris Hardiatno
Kapolres Brebes :
Pejabat lama : AKBP Achmad Oka Mahendra
Pejabat baru : AKBP Lilik Ardiansyah
Kapolres Pekalongan :
Pejabat lama : AKBP Doni Prakoso Widamanto
Pejabat baru : AKBP Rachmad Christiyan Yusuf
Kapolres Sragen :
Pejabat lama : AKBP Petrus Parningotan Silalahi
Pejabat baru : AKBP Dewiana Syamsu Indyasari
Kapolres Wonogiri :
Pejabat lama : AKBP Jarot Sungkowo
Pejabat baru : AKBP Wahyu Sulistyo
Kapolres Pemalang :
Pejabat lama : AKBP Eko Sunaryo
Pejabat baru : AKBP Rendy Setia Permana
Bentrok Ormas di Pemalang
Sebelumnya, ceramah Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (23/7) berujung bentrok. Dua kubu bentrokan terjadi antara ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan kelompok pendukung Rizieq.
Menurut keterangan saksi Ahmad mengatakan, bentrokan itu terjadi ketika acara pengajian dengan tamu Rizieq Shihab berjalan damai pengajian tiba-tiba berubah menjadi ricuh. Dua kelompok diketahui saling kejar antara dua kelompok massa yang berbeda.
"Ada kelompok massa berbaju putih-putih dan kelompok massa yang mengenakan baju hitam. Bajunya putih-putih mengejar orang-orang yang baju hitam," kata Ahmad.
Aparat kepolisian yang sudah membentuk barikade untuk menghalau massa penolak dari ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS).
Namun, sebagian dari mereka berhasil menerobos. Massa penolak yang diduga mengenakan baju hitam itu kemudian melempari area panggung dengan batu.
Hingga akhirnya memicu reaksi dari massa pendukung acara yang diduga mengenakan baju putih. Bentrokan selama 15 menitan itu akhirnya memakan korban. Sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Semua korban luka telah dilarikan ke RS Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan perawatan.