Bupati Banyumas Tekankan Pentingnya Kepala Sekolah Adaptif Inovatif di Era Digital
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerukan agar kepala sekolah adaptif inovatif menghadapi era digital, sekaligus mendorong implementasi program Sipatas dan menjamin kesejahteraan guru PPPK.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam menghadapi tantangan era digital. Ia menyerukan agar seluruh kepala sekolah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki sikap adaptif dan inovatif. Pernyataan ini disampaikan saat penyerahan surat keputusan mutasi kepala sekolah.
Acara penyerahan SK mutasi tersebut berlangsung di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Jumat siang. Bupati berharap mutasi ini dapat membawa energi baru serta inovasi di setiap satuan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Sebanyak 118 kepala sekolah menerima SK mutasi pada kesempatan tersebut. Rinciannya terdiri dari sembilan kepala sekolah menengah pertama (SMP) dan 109 kepala sekolah dasar (SD). Sadewo juga menyoroti pentingnya program Sipatas untuk menangani anak tidak sekolah, serta menjamin tidak akan ada PHK bagi guru PPPK di Banyumas.
Peran Kepala Sekolah Adaptif Inovatif di Era Digital
Bupati Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang inspiratif. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Responsif terhadap dinamika lingkungan pendidikan juga menjadi kunci utama.
“Diharapkan kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang inspiratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif terhadap dinamika lingkungan pendidikan,” kata Sadewo Tri Lastiono. Mutasi kepala sekolah diharapkan mampu membawa semangat baru. Inovasi di masing-masing satuan pendidikan menjadi tujuan utama dari kebijakan ini.
Ini adalah amanah besar bagi para kepala sekolah untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk memperkuat fondasi pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing.
Mengatasi Anak Tidak Sekolah Melalui Program Sipatas
Selain fokus pada adaptasi digital, Bupati Sadewo juga mendorong implementasi program Sipatas. Program “Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah” ini merupakan upaya berkelanjutan. Tujuannya adalah menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS) secara komprehensif.
“Program ini dirancang secara holistik dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, hingga masyarakat luas,” jelasnya. Program Sipatas juga bertujuan meningkatkan akses dan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan melalui pendataan dan komunikasi yang proaktif di seluruh lapisan masyarakat.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap pemerataan pendidikan. Setiap anak diharapkan mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kepala sekolah diminta menjadi garda terdepan dalam memastikan hal tersebut.
Komitmen Kesejahteraan Guru dan Akses Pendidikan
Menanggapi isu efisiensi anggaran, Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Khususnya guru di Kabupaten Banyumas, kesejahteraan mereka menjadi perhatian utama. Hal ini membantah kekhawatiran terkait nasib guru PPPK.
Menurut Bupati, Banyumas masih kekurangan guru, sehingga PHK tidak masuk akal. “Saya meminta agar dicarikan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka,” tegasnya. Pemerintah daerah berkomitmen mencari jalan terbaik untuk para guru.
Para kepala sekolah yang menerima mutasi diingatkan untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ini merupakan amanah besar untuk terus berinovasi. Adaptasi dengan perkembangan teknologi digital juga penting demi meningkatkan kualitas SDM di Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyumas juga menyampaikan rincian mutasi yang telah dilakukan:
- Sebanyak 118 kepala sekolah menerima SK mutasi.
- Mutasi tersebut mencakup sembilan kepala sekolah menengah pertama (SMP).
- Sebanyak 109 kepala sekolah dasar (SD) juga termasuk dalam daftar mutasi.
Sumber: AntaraNews