Dosen Unsam Salurkan Bubur Bergizi untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Dosen dan mahasiswa Unsam menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bubur bergizi kepada warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, mempercepat pemulihan dan memastikan asupan nutrisi seimbang.
Dosen Pendidikan Fisika Universitas Samudra (Unsam) Langsa bersama tim mahasiswa menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bubur bergizi kepada warga yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung pada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana dan memastikan asupan nutrisi yang memadai bagi warga.
Penyaluran bubur bergizi Unsam ini menyasar warga yang sebelumnya dilanda banjir hidrometeorologi pada akhir November 2025. Lokasi utama penyaluran adalah Kampung Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang merupakan salah satu daerah terdampak parah. Langkah ini diambil mengingat pentingnya pemenuhan gizi di masa tanggap darurat dan pemulihan.
Wardatul Husna, ketua tim pelaksana pembagian bubur bergizi Unsam, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan pangan. Lebih dari itu, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga daya tahan tubuh warga pascabencana dan mempercepat proses pemulihan kesehatan mereka.
Pentingnya Bubur Bergizi dalam Pemulihan Pascabencana
Pemenuhan gizi yang adekuat pada masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat. Wardatul Husna menekankan bahwa ketersediaan makanan bergizi seringkali belum stabil di periode tersebut. Oleh karena itu, bubur bergizi Unsam hadir sebagai solusi praktis dan tepat guna untuk mengatasi tantangan ini.
Bubur bergizi dipilih karena sifatnya yang siap konsumsi, mudah dicerna oleh berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga lansia. Pilihan ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh anggota keluarga terdampak. "Pada masa pemulihan pascabencana, ketersediaan makanan bergizi belum sepenuhnya stabil. Karena itu, kami menghadirkan bubur bergizi sebagai solusi sederhana namun tepat guna untuk membantu menjaga daya tahan tubuh masyarakat," kata Wardatul Husna.
Selain menyalurkan bubur bergizi, tim dosen dan mahasiswa Unsam juga aktif memberikan edukasi kepada warga. Edukasi ini mencakup informasi mengenai pentingnya nutrisi seimbang dan pemilihan makanan yang aman setelah banjir. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi demi pemulihan kesehatan jangka panjang.
Sinergi dan Sambutan Positif Warga Aceh Tamiang
Dalam pelaksanaan program penyaluran bubur bergizi Unsam, tim Unsam melakukan koordinasi erat dengan tenaga kesehatan dan perangkat desa setempat. Koordinasi ini memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan. "Kami berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan perangkat desa dalam menyalurkan bantuan bubur bergizi ini. Tujuannya, agar penyaluran tepat sasaran," ungkap Wardatul Husna.
Respon dari masyarakat penerima bantuan sangat positif. Warga merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena meringankan beban kebutuhan pangan harian mereka. Lebih dari itu, kehadiran bubur bergizi Unsam juga memberikan rasa tenang dan dukungan moral bagi keluarga yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas dapat menciptakan dampak positif yang signifikan. Sambutan hangat dari warga menunjukkan bahwa inisiatif seperti ini sangat dibutuhkan dan dihargai, terutama di masa-masa sulit pascabencana.
Komitmen Unsam dalam Pengabdian Masyarakat
Program penyaluran bubur bergizi ini merupakan bagian integral dari program pengabdian masyarakat Universitas Samudra. Ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada kontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, Unsam berupaya menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa, dengan membangun solidaritas dan kepedulian antar sesama. Keterlibatan dosen dan mahasiswa secara langsung di lapangan memberikan pengalaman berharga dan menumbuhkan rasa empati terhadap kondisi sosial masyarakat. "Program pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa," kata Wardatul Husna.
Dengan terus melaksanakan program-program pengabdian masyarakat yang relevan, Universitas Samudra berharap dapat terus menjadi agen perubahan positif. Kontribusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan dari bencana alam, serta membangun komunitas yang lebih tangguh dan berdaya.
Sumber: AntaraNews