Solidaritas UINSU: Salurkan Bantuan Banjir ke Aceh Tamiang, Ringankan Beban Korban

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bersama Kemenag menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang. Aksi UINSU Salurkan Bantuan Banjir Aceh Tamiang ini menyasar warga dan keluarga mahasiswa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Solidaritas UINSU: Salurkan Bantuan Banjir ke Aceh Tamiang, Ringankan Beban Korban
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bersama Kemenag menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang. Aksi UINSU Salurkan Bantuan Banjir Aceh Tamiang ini menyasar warga dan keluarga mahasiswa. (AntaraNews)

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana alam. Mereka bersama Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah titik di Aceh Tamiang, Aceh. Misi sosial ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak parah oleh banjir.

Bantuan yang disalurkan oleh UINSU mencakup berbagai kebutuhan pokok. Ada sembako, makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, hingga genset untuk suplai listrik. Fasilitas ini sangat penting bagi warga yang masih mengalami pemadaman pascabanjir melanda wilayah tersebut.

Rektor UINSU, Prof. Nurhayati, menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan untuk semua korban. Termasuk di dalamnya adalah keluarga mahasiswa UINSU yang juga ikut terdampak musibah. Penyaluran bantuan ini diharapkan mampu memberikan kekuatan serta ketabahan bagi para penyintas.

Rombongan UINSU memulai penyaluran bantuan di kawasan Masjid Syuhada, Aceh Tamiang. Kondisi di sekitar area tersebut masih belum sepenuhnya normal pasca-banjir besar. Genangan air yang sempat mencapai lima meter kini menyisakan endapan lumpur tebal di banyak rumah warga.

Prof. Nurhayati mengungkapkan kesedihannya melihat dampak bencana ini secara langsung. "Kami sangat sedih melihat keadaan di sini. Semoga Allah memberi kekuatan dan ketabahan kepada saudara-saudara kita," ujarnya. Perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga beberapa mahasiswa UINSU yang terdampak.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya untuk masyarakat umum di sekitar Masjid Syuhada. Ini juga menjadi bentuk empati kampus kepada keluarga besar UINSU yang menjadi korban. Pihak kampus ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar UINSU mendapat perhatian yang sama dalam bencana.

Misi kemanusiaan UINSU kemudian berlanjut ke titik kedua, yaitu Desa Kota Lintang. Di lokasi ini, tim kembali menyalurkan berbagai bantuan vital bagi warga terdampak. Bantuan UINSU Salurkan Bantuan Banjir Aceh Tamiang berupa sembako, makanan cepat saji, dan air bersih.

Selain kebutuhan pangan, perlengkapan kebersihan juga menjadi fokus penyaluran. Rektor UINSU menekankan pentingnya air bersih bagi warga. "Selain kebutuhan pangan, warga sangat membutuhkan air bersih. Kami berupaya membantu sebisa mungkin agar kehidupan mereka bisa kembali berjalan," kata rektor.

Di Desa Kota Lintang, beberapa keluarga mahasiswa UINSU juga mengalami dampak banjir. Rumah mereka turut terendam air, menyebabkan kerugian besar. Bantuan yang disalurkan kembali menyasar mereka sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap keluarga besar UINSU.

Kepala Desa Kota Lintang menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. "Sudah hampir dua minggu kami kesulitan air bersih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang masih berjuang memulihkan kehidupan," ungkapnya. Bantuan ini sangat membantu pemulihan kondisi.

Desa Benua Raja menjadi titik terakhir dalam rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan ini. Wilayah tersebut termasuk yang terdampak paling parah oleh banjir di Aceh Tamiang. Ketinggian air sempat mencapai beberapa meter di sejumlah titik yang membuat banyak rumah terendam.

Selain warga umum, keluarga mahasiswa UINSU yang tinggal di Desa Benua Raja juga menerima bantuan langsung. Kehadiran para dosen, staf, dan mahasiswa UINSU memberikan kekuatan moral tersendiri. Mereka menyalurkan bantuan UINSU Salurkan Bantuan Banjir Aceh Tamiang dengan penuh semangat.

Dukungan ini sangat berarti bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Solidaritas dari UINSU diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kampus terhadap masyarakat terdampak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi