Mahasiswa Unimed Bantu Pemulihan Langkat Pascabencana, Fokus Ekonomi dan Sosial
50 Mahasiswa Unimed diterjunkan ke Langkat untuk Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana Kemendiktisaintek Tahun 2026. Mereka akan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi demi percepatan pemulihan pascabencana di Langkat.
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) menunjukkan komitmennya dalam upaya pemulihan pascabencana dengan melepas 50 mahasiswa. Para mahasiswa ini akan terlibat dalam Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana Kemendiktisaintek Tahun 2026 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pelepasan tim mahasiswa ini berlangsung di Medan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, dengan tujuan utama memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak bencana. Mereka akan fokus pada pemberdayaan, penguatan ekonomi, serta pemulihan sosial di wilayah tersebut.
Selama satu bulan penuh, 50 mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah ini akan diterjunkan langsung ke Kampung Darussalam, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Wilayah ini sebelumnya dilanda bencana banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan signifikan.
Peran Mahasiswa dalam Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Ketua Pembimbing tim Unimed, Mahfuzi Irwan, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak ini merupakan wujud nyata komitmen kampus. Unimed bertekad untuk terlibat langsung dalam membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di sektor ekonomi.
Pemulihan ekonomi pascabencana menjadi program utama yang akan dijalankan oleh tim mahasiswa selama berada di lokasi. Berbagai inisiatif akan diterapkan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.
Beberapa inisiatif tersebut meliputi pemanfaatan panel surya sebagai sumber penerangan dan listrik alternatif, serta pengembangan sistem hidroponik. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan baru bagi masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan.
Selain itu, tim mahasiswa juga akan memberikan pendampingan kepada warga dalam mengembangkan ide kreatif dan inovasi produk baru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha masyarakat yang sudah ada di desa.
Fokus pada Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial
Selain aspek ekonomi, program ini juga menitikberatkan pada pemulihan sosial dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dan berbaur dengan masyarakat setempat.
Wakil Dekan III FIP Unimed, Dr. Elvi Mailani, berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater serta memperhatikan kondisi kesehatan mereka selama menjalankan tugas. Setiap tim mahasiswa akan didampingi oleh dosen yang bertindak sebagai ketua kelompok.
Tim juga akan menyediakan layanan konseling dan program pendampingan lainnya untuk mendukung pemulihan psikologis dan sosial masyarakat. Fokus kegiatan diarahkan pada sektor strategis seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan kesehatan masyarakat.
Pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru juga menjadi bagian dari fokus kegiatan. Kehadiran mahasiswa Unimed diharapkan mampu memberikan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa.
Pembekalan dan Persiapan Mahasiswa Sebelum Penugasan
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa telah mengikuti serangkaian pembekalan materi yang relevan dengan kondisi wilayah terdampak bencana. Pembekalan ini sangat penting untuk memastikan kesiapan mereka.
Materi pembekalan meliputi penanganan pascabencana, etika berinteraksi dengan masyarakat, serta mitigasi risiko lapangan. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan aman dan efektif.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan perencanaan program berbasis kebutuhan lokal. Ini memastikan bahwa setiap inisiatif yang mereka jalankan benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di Langkat.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan mahasiswa Unimed dapat memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung pembangunan dan ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Langkat.
Sumber: AntaraNews