Unimed Gelar Pendampingan Psikososial Bagi Remaja Terdampak Banjir di Langkat
Mahasiswa Unimed aktif dalam program pendampingan psikososial untuk remaja terdampak banjir di Kabupaten Langkat, membantu pemulihan mental mereka melalui inisiatif Kemendiktisaintek.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) secara aktif terlibat dalam kegiatan pendampingan psikososial. Program ini menyasar remaja yang menjadi korban dampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Inisiatif mulia ini merupakan bagian integral dari Program Mahasiswa Berdampak Pascabencana yang digagas oleh Kemendiktisaintek.
Pendampingan ini bertujuan utama untuk memulihkan kondisi mental dan psikologis para remaja yang sempat terguncang akibat bencana banjir. Bencana alam tersebut sebelumnya melanda wilayah tersebut, meninggalkan trauma dan tantangan adaptasi bagi banyak warga. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.
Kepala Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) Unimed, Rafael Lisinus Ginting, menyatakan urgensi program ini. Menurutnya, pendampingan psikososial krusial bagi remaja di daerah rawan bencana agar mereka mampu beradaptasi dan tidak menjadi kelompok yang rentan secara mental.
Urgensi Pemulihan Mental Remaja Pascabencana
Pendampingan psikososial memegang peranan vital, khususnya bagi generasi muda yang tinggal di wilayah rawan bencana. Kondisi pascabencana seringkali meninggalkan dampak emosional dan psikologis yang mendalam pada remaja. Mereka membutuhkan dukungan untuk memproses pengalaman traumatis tersebut dan membangun kembali ketahanan diri.
Rafael Lisinus Ginting menegaskan pentingnya program ini untuk memastikan remaja dapat beradaptasi dengan berbagai kemungkinan di masa depan. Kesiapan mental sangat dibutuhkan agar mereka tidak menjadi kelompok paling lemah. Remaja adalah calon penerus di kampungnya, sehingga kesehatan mental mereka harus menjadi prioritas utama.
Program ini dirancang untuk membekali remaja dengan keterampilan koping yang efektif. Dengan demikian, mereka bisa menghadapi tantangan dan perubahan yang mungkin terjadi setelah bencana. Pendekatan ini diharapkan dapat mencegah masalah psikologis jangka panjang.
Pelaksanaan dan Antusiasme dalam Pendampingan
Kegiatan pendampingan psikososial ini diisi dengan sesi interaksi dan diskusi yang intens antara mahasiswa dan para remaja. Suasana diskusi berlangsung sangat aktif dan penuh antusiasme dari kedua belah pihak. Hal ini menunjukkan keterbukaan para remaja untuk berbagi cerita.
Para remaja terlihat sangat terbuka dalam menceritakan pengalaman serta perasaan mereka setelah menghadapi bencana banjir. Kesempatan untuk berbicara dan didengarkan ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Mereka dapat mengekspresikan kekhawatiran dan harapan mereka dalam lingkungan yang suportif.
Sebanyak 15 mahasiswa terlibat langsung dalam sesi pendampingan ini. Mereka merupakan bagian dari total 50 mahasiswa yang telah diterjunkan sejak 18 Februari 2026. Para mahasiswa ini bertugas melaksanakan program pendampingan secara berkelanjutan di wilayah terdampak.
Kontribusi Nyata untuk Pemulihan Komunitas
Dosen pembimbing kegiatan, Asiah M.Pd, menjelaskan bahwa aktivitas mahasiswa ini merupakan implementasi nyata dari penelitian tim dosen. Penelitian tersebut berfokus pada pemulihan psikososial pascabencana bagi remaja. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat sosial tetapi juga berbasis riset.
Melalui program ini, mahasiswa Unimed diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sosial semata. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan psikologis masyarakat yang terdampak bencana. Ini menunjukkan komitmen Unimed terhadap pengabdian masyarakat.
Asiah M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek sebagai promotor utama kegiatan ini. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang menyambut kedatangan mahasiswa dengan sangat ramah. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu pemulihan mental remaja dan mendorong Kampung Darussalam bangkit kembali setelah bencana.
Sumber: AntaraNews