Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga catur melalui penyelenggaraan Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) V Tahun 2026. Ajang bergengsi ini secara khusus dimanfaatkan sebagai sarana efektif untuk Unsoed jaring talenta catur muda potensial dari berbagai daerah. Turnamen ini berlangsung di Auditorium Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4).
Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Norman Arie Prayogo, mengungkapkan bahwa fokus utama turnamen ini adalah membidik peserta yang masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA). Mereka berkesempatan besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unsoed melalui jalur prestasi yang telah disediakan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Unsoed dalam mendukung pengembangan bakat dan pendidikan.
SOCT V 2026 berhasil menarik perhatian 200 pecatur dari lima provinsi di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Para peserta berkompetisi dalam dua kategori utama, yakni kategori SD dengan 40 peserta dan kategori Open yang diikuti oleh 160 peserta, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap ajang ini.
Advertisement
Advertisement
Norman Arie Prayogo menegaskan, Unsoed secara spesifik menargetkan pelajar SMA berprestasi di SOCT V 2026 untuk direkrut menjadi mahasiswa melalui jalur prestasi. Kebijakan ini merupakan wujud nyata dukungan kampus terhadap pengembangan potensi non-akademik. Unsoed berkomitmen penuh untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi talenta-talenta muda berbakat di bidang catur.
Selain itu, Unsoed juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak terkait, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pembinaan atlet catur sejak usia dini. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan pecatur-pecatur muda di Indonesia. KONI adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi di Indonesia.
Pihak rektorat Unsoed memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan SOCT V 2026, baik dari segi fasilitas, waktu, maupun pendanaan. Dukungan ini mencerminkan komitmen kuat Unsoed dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga. Turnamen ini, yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Unsoed, telah memasuki tahun kelima dan untuk pertama kalinya membuka kategori Sekolah Dasar (SD) sebagai inisiatif mencetak atlet sejak usia belia.
Advertisement
Advertisement
Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jawa Tengah, Suyatna, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan SOCT V 2026. Percasi adalah induk organisasi keolahragaan yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan, pembinaan, pengembangan, dan pengoordinasian seluruh kegiatan cabang olahraga catur di Indonesia. Menurutnya, turnamen ini sangat membantu dalam pembinaan atlet catur, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan untuk memajukan olahraga catur.
Suyatna juga berharap SOCT V 2026 mampu mendorong pecatur dari Banyumas dan daerah lain untuk meraih prestasi gemilang di tingkat provinsi hingga nasional. Keberlanjutan turnamen ini dinilai krusial untuk menciptakan regenerasi atlet catur berkualitas. Percasi Jawa Tengah melihat SOCT sebagai platform penting untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat-bakat baru.
Pembinaan atlet catur di Jawa Tengah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional, sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi. Terkait persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, Percasi Jawa Tengah akan menjadikan hasil kejuaraan provinsi dan nasional sebagai dasar seleksi atlet. Hasil dari kejuaraan seperti SOCT V 2026 menjadi bagian penting dalam proses seleksi ini.
Advertisement
Advertisement
Ajang SOCT V 2026 berhasil menarik partisipasi dari 200 pecatur yang berasal dari lima provinsi berbeda di Pulau Jawa. Provinsi-provinsi yang mengirimkan delegasinya antara lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini menunjukkan cakupan dan daya tarik turnamen yang semakin meluas.
Para peserta dibagi ke dalam dua kategori utama untuk memastikan kompetisi yang adil dan sesuai tingkat kemampuan. Kategori Sekolah Dasar (SD) diikuti oleh 40 peserta, menandai pertama kalinya kategori ini dibuka dalam sejarah SOCT. Pembukaan kategori SD ini merupakan langkah progresif untuk menjaring bibit-bibit unggul sejak usia dini.
Sementara itu, kategori Open menjadi yang terbesar dengan partisipasi 160 pecatur. Kategori ini menjadi wadah bagi pecatur dari berbagai tingkatan dan usia untuk menguji kemampuan mereka. Keberagaman peserta dan kategori ini menjadikan SOCT V 2026 sebagai turnamen yang komprehensif dan inklusif dalam upaya Unsoed jaring talenta catur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews