Unbrah Kirim Enam Dokter Spesialis Bantu Korban Bencana Agam, Fokus Pemulihan Kesehatan

Universitas Baiturrahmah (Unbrah) mengirimkan enam dokter spesialis untuk bantu korban bencana banjir bandang di Agam, fokus pada pemulihan kesehatan fisik dan psikologis masyarakat terdampak serta penyediaan fasilitas krusial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Unbrah Kirim Enam Dokter Spesialis Bantu Korban Bencana Agam, Fokus Pemulihan Kesehatan
Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Padang mengirimkan enam dokter spesialis untuk membantu pemulihan kesehatan fisik dan psikologis korban bencana banjir bandang di Agam, fokus pada kelompok rentan. (AntaraNews)

Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Padang telah mengirimkan enam dokter spesialis ke Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim medis ini bertujuan untuk memberikan bantuan kesehatan komprehensif bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Unbrah dalam mendukung pemulihan pascabencana. Fokus utamanya adalah memulihkan kondisi kesehatan fisik dan psikologis masyarakat serta memastikan layanan kesehatan menjangkau semua korban.

Pengiriman tim dilakukan pada Sabtu, 20 Desember 2025, sebagai respons cepat terhadap kebutuhan mendesak di lokasi bencana. Unbrah mengerahkan berbagai spesialisasi medis untuk penanganan yang efektif di lapangan.

Unbrah Kerahkan Dokter Spesialis untuk Penanganan Medis Komprehensif

Rektor Unbrah, Prof Dr Ir Musliar Kasim MS, menyatakan bahwa pengabdian ini bertujuan memulihkan kondisi kesehatan fisik dan psikologis masyarakat pascabencana. Unbrah berkomitmen memastikan tidak ada warga terdampak yang terabaikan dari pelayanan kesehatan. Tim Unbrah bantu korban bencana dengan layanan gratis.

Enam dokter spesialis turut serta dalam kegiatan ini, meliputi spesialis penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, anak, bedah, gigi, serta psikiatri. Kehadiran mereka menunjukkan upaya serius dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang muncul setelah bencana. Ini adalah bagian penting dari misi Unbrah bantu korban bencana.

Selain pelayanan medis, tim juga memberikan bantuan spesifik kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Bantuan ini krusial untuk menjaga kesehatan mereka di tengah situasi darurat.

Inisiatif Khusus: Maternity Space dan Dukungan Infrastruktur

Unbrah tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada penyediaan fasilitas pendukung. Tim membangun sarana sumur bor dan tenda maternity, yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana. Ini adalah salah satu bentuk konkret Unbrah bantu korban bencana.

Penandatanganan prasasti pengabdian masyarakat oleh Rektor Unbrah bersama ketua tim menandai komitmen jangka panjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari dua program besar Unbrah: hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta University Social Responsibility (USR).

Program hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengusung tema “Pendirian Maternity Space: Pelayanan Kebidanan Komprehensif pada Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumatera Barat.” Program ini secara khusus melindungi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Pelaksanaan dipusatkan di Kantor Wali Nagari Salareh Aia dan Puskesmas Koto Alam.

Dampak Bencana dan Respons Positif dari Berbagai Pihak

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Agam, Junaidi, mengungkapkan bahwa dari 14 kecamatan di Kabupaten Agam, Kecamatan Palembayan merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana. Situasi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

Junaidi mengapresiasi peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Baiturrahmah, yang dinilai mampu berkontribusi secara maksimal dalam penanganan bencana. Berkat upaya ini, semua masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kehadiran Unbrah bantu korban bencana sangat berarti.

Kasus kesehatan terbanyak yang ditemukan di lokasi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak dan dewasa, infeksi jamur kulit, serta trauma akibat benturan batang pohon saat banjir yang menyebabkan luka terbuka dan membutuhkan perawatan. Pembangunan maternity safe place juga berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan ibu hamil korban bencana yang ingin memeriksakan kehamilannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi