Universitas Aufa Royhan Perkuat Bantuan Bencana Sumut Pascabanjir dan Longsor
Universitas Aufa Royhan Padang aktif dalam Bantuan Bencana Sumut, mengirimkan tim pengabdian untuk memulihkan korban banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, wujud nyata komitmen kemanusiaan.
Universitas Aufa Royhan Padang menunjukkan komitmen sosialnya dengan mengirimkan tim pengabdian masyarakat ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk memberikan Bantuan Bencana Sumut kepada para korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Tim yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Aufa Royhan, Anto J. Hadi, menegaskan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar bantuan darurat. Mereka berupaya membangun kembali ketahanan masyarakat secara berkelanjutan, bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga setempat.
Program pengabdian tanggap darurat bencana ini merupakan bagian dari dukungan hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Hibah tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam penanganan bencana.
Fokus Layanan Komprehensif untuk Korban
Tim pengabdian Universitas Aufa Royhan mendirikan posko layanan terpadu di lokasi bencana. Posko ini menyediakan layanan kesehatan, gizi, psikososial, serta Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) untuk memenuhi kebutuhan mendesak penyintas.
Berbagai pelayanan medis dasar diberikan, bersamaan dengan pemenuhan pangan yang esensial. Ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas utama untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana.
Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat saat bencana bukan hanya simbol empati, melainkan wujud nyata pengabdian. Universitas berkomitmen membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kehidupan pascabencana melalui Bantuan Bencana Sumut yang terstruktur.
Dapur Umum dan Distribusi Pangan Lokal
Di titik-titik pengungsian, dapur umum berbasis pangan lokal diaktifkan sebagai penopang utama kebutuhan dasar para penyintas. Inisiatif ini memastikan ketersediaan makanan bergizi cepat saji bagi seluruh korban.
Menu makanan disiapkan dari bahan-bahan yang akrab dengan masyarakat setempat, seperti ubi, jagung, dan telur. Pendekatan ini tidak hanya praktis tetapi juga membantu menjaga kenyamanan psikologis korban dengan makanan yang familiar.
Selain itu, penyaluran paket sembako dilakukan dengan prioritas khusus bagi kelompok rentan. Balita, ibu hamil, dan lansia menjadi fokus utama dalam distribusi bantuan pangan ini, memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup.
Dukungan Logistik dan Pencegahan Penyakit
Tim lapangan Universitas Aufa Royhan juga menyalurkan berbagai kebutuhan pendukung esensial. Ini termasuk hygiene kits, alat kebersihan, tenda pengungsi, serta peralatan masak untuk dapur umum.
Sarana penunjang air bersih seperti tandon, ember, genset, dan pompa air turut disediakan untuk memastikan akses air bersih yang memadai. Ketersediaan fasilitas ini sangat krusial dalam upaya Bantuan Bencana Sumut.
Di sektor kesehatan, skrining rutin dan layanan pengobatan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya penyakit pasca-banjir seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan penyintas.
Sinergi dan Solidaritas untuk Pemulihan
Rektor Anto J. Hadi menekankan pentingnya sinergi lintas elemen dalam penanganan bencana. "Pengabdian ini bukan hanya soal bantuan darurat, tetapi bagaimana kita hadir, bertanggung jawab, dan membangun kembali ketahanan masyarakat secara bersama-sama," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kami ingin kampus benar-benar turun ke lapangan, bekerja bersama pemerintah desa dan warga, agar pemulihan berjalan bermartabat dan berkelanjutan." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen universitas untuk terlibat aktif.
Sinergi ini menegaskan bahwa di tengah keterbatasan akibat bencana, kekuatan solidaritas dan kepedulian sosial justru tumbuh semakin kokoh. Ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan dan harapan masyarakat terdampak Bantuan Bencana Sumut.
Sumber: AntaraNews