Tim Bantuan Medis (TBM) Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku telah menyalurkan Bantuan Medis Unpatti Aceh berupa layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian civitas akademika Unpatti terhadap korban bencana di Aceh.
Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, menyatakan bahwa tim dokter telah diterjunkan ke Aceh sejak 18 Desember 2025. Mereka mulai memberikan pelayanan kesehatan secara intensif di beberapa lokasi terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pelayanan ini mencakup pemeriksaan medis, pengobatan, serta penyaluran bantuan kebutuhan sehari-hari. Langkah cepat ini diambil untuk membantu pemulihan kondisi kesehatan warga yang membutuhkan di tengah situasi darurat bencana.
Advertisement
Advertisement
dr. Farah Christina Noya menegaskan komitmen FK Unpatti untuk selalu hadir membantu masyarakat. “Tim kami langsung bergerak melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini merupakan komitmen FK Unpatti untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan pertama oleh tim Bantuan Medis Unpatti Aceh ini dilaksanakan di lokasi bencana Pematang Darian, Kabupaten Aceh Tamiang. Sebanyak 40 orang pasien berhasil dilayani pada kesempatan tersebut.
Selain itu, tim juga memperluas jangkauan pelayanan ke Puskesmas Bandar Pusaka. Di lokasi ini, sebanyak tiga pasien telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Advertisement
Kehadiran tim dokter Unpatti di lokasi bencana menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi. Mereka berupaya memberikan pertolongan pertama serta penanganan medis berkelanjutan bagi para korban.
Advertisement
TBM FK Unpatti tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan juga membuka pelayanan kesehatan di Posko Bencana Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Di posko ini, jumlah pasien yang terlayani mencapai 35 orang.
Puskesmas Tamiang Hulu menjadi posko utama tim Bantuan Medis Unpatti Aceh, mencatat total 111 pasien yang mendapatkan pelayanan medis. Rincian pasien yang ditangani sangat beragam, meliputi 11 pasien Unit Gawat Darurat (UGD), 57 pasien penyakit dalam, tujuh pasien bedah, 13 pasien paru, serta 23 pasien anak.
Selain pelayanan medis dan penyaluran obat-obatan, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut berupa kelambu, sarung, mukena, handuk, dan sajadah kepada warga terdampak bencana.
Advertisement
Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa kebutuhan dasar dan kesehatan warga terpenuhi. Hal ini sangat penting untuk mendukung proses pemulihan pasca-bencana.
Advertisement
Dalam menjalankan tugas kemanusiaannya, TBM Tanggap Bencana FK Unpatti tidak bekerja sendiri. Mereka berkoordinasi erat dengan Health Emergency Operation Centres (HEOC) Kementerian Kesehatan.
Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sinergi ini krusial agar setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemerintah seperti Kementerian Kesehatan sangat vital. Ini memastikan respons bencana menjadi lebih efisien dan menjangkau lebih banyak korban.
Advertisement
Melalui kerja sama yang solid, Bantuan Medis Unpatti Aceh mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Mereka membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang.
Sumber: AntaraNews