IPB Terjunkan Dosen dan Mahasiswa Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Hadirkan Inovasi Pangan Darurat

IPB University melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya pemulihan sosial masyarakat pasca bencana, khususnya untuk pulihkan dampak banjir Sumatera dengan inovasi pangan dan pendampingan psikososial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
IPB Terjunkan Dosen dan Mahasiswa Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Hadirkan Inovasi Pangan Darurat
IPB University aktif pulihkan dampak banjir di Sumatera, menerjunkan dosen dan mahasiswa untuk membantu masyarakat terdampak dengan inovasi pangan darurat dan pendampingan psikososial. (AntaraNews)

Institut Pertanian Bogor (IPB) University menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan menerjunkan tim relawan dosen dan mahasiswa. Upaya ini difokuskan untuk pulihkan dampak banjir Sumatera yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 18 dosen dan 25 mahasiswa dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak secara langsung.

Pelepasan tim relawan ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 20 Desember. Rektor IPB, Alim Setiawan, menegaskan bahwa keterlibatan sivitas akademika merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi. IPB bertekad menjawab persoalan sosial melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan dan pengalaman nyata di lapangan.

Pendekatan yang digunakan tim relawan IPB bersifat terpadu, mencakup aspek penting seperti pangan, kesehatan, dan psikososial masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga pada pemulihan mental dan penguatan ketahanan sosial. Ini adalah wujud nyata kontribusi IPB dalam mendukung pemulihan pasca-bencana di Indonesia.

Tim relawan IPB membawa serta inovasi pangan darurat yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana. Mereka memberikan pelatihan pembuatan nasi steril siap makan kepada relawan lokal dan perguruan tinggi di posko-posko. Tujuannya agar inovasi ini dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat.

Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB, Handian Purwawangsa, menjelaskan bahwa nasi steril ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pangan praktis. Produk ini dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau dipanaskan, sangat ideal dalam kondisi darurat. Nasi steril juga memiliki daya simpan hingga dua tahun.

Nasi steril ini dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau dipanaskan, memiliki daya simpan hingga dua tahun, serta sesuai dengan selera masyarakat Indonesia,” kata Handian. Bahan baku nasi steril mudah diperoleh di pasar dan tersedia dalam beberapa varian menu. Beberapa di antaranya adalah nasi liwet, nasi kuning, nasi uduk, nasi goreng, dan nasi ayam jeruk purut, sehingga cocok dengan lidah lokal.

Selain intervensi pangan, IPB juga memberikan layanan pendampingan psikososial yang krusial pasca-bencana. Layanan ini bertujuan membantu masyarakat memulihkan kondisi mental mereka yang mungkin terguncang akibat musibah. Pemulihan psikologis sangat penting untuk membangun kembali kehidupan.

Tim relawan berupaya memperkuat ketahanan sosial di wilayah terdampak melalui berbagai kegiatan. Pendampingan ini diharapkan dapat mengurangi trauma dan membantu warga kembali berinteraksi secara positif. Ini adalah langkah penting dalam proses pemulihan menyeluruh.

Keterlibatan IPB dalam aspek psikososial menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan bencana. Mereka memahami bahwa dampak bencana tidak hanya fisik, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat bangkit lebih kuat dan mandiri.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemulihan dampak banjir Sumatera ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT Inovasi) IPB. KKNT Inovasi adalah mata kuliah wajib yang dirancang untuk memberikan pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Mahasiswa dapat langsung menerapkan ilmu mereka di tengah masyarakat.

Program KKNT Inovasi IPB memiliki beberapa tujuan utama yang ingin dicapai. Program ini bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menghadapi masalah riil di lapangan. Selain itu, KKNT Inovasi juga meningkatkan keterampilan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah mereka pelajari di kampus.

Lebih lanjut, program ini juga menumbuhkan empati mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang ada di masyarakat. Tema KKNT Inovasi IPB Tahun 2025 adalah “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience”. Tema ini menegaskan dukungan kampus terhadap ketahanan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi