PDAM Tirta Anoa Sigap Distribusikan Air Bersih untuk 126 KK Terdampak Banjir di Kendari
PDAM Tirta Anoa bergerak cepat melakukan distribusi air bersih bagi 126 KK terdampak banjir di Kendari, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi di tengah kondisi darurat.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa telah memulai penyaluran bantuan air bersih kepada ratusan kepala keluarga di Kendari. Langkah ini diambil menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut akibat luapan Kali Wanggu. Bantuan ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Sebanyak 126 Kepala Keluarga (KK) atau 317 jiwa di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi penerima manfaat utama. Mereka terdampak parah akibat tingginya intensitas hujan sejak Jumat malam. Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat terhadap situasi darurat.
Penyaluran air bersih ini dimulai pada Sabtu, 9 Mei, setelah koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. PDAM Tirta Anoa berupaya memastikan warga yang mengungsi atau bertahan di rumah tetap mendapatkan akses air bersih. Ketersediaan air bersih sangat vital saat sarana mandiri terganggu banjir.
Respons Cepat PDAM Tirta Anoa dalam Penanganan Bencana
Kepala Unit PDAM Baruga, Aswad Lulu, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan respons sigap perusahaan. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir di Kendari. Sarana air bersih mandiri seringkali terganggu saat bencana banjir melanda.
"Kami mulai melakukan suplai air bersih hari ini setelah berkoordinasi dengan BPBD yang menyiapkan tempat penampungan air," kata Aswad Lulu. Untuk tahap awal, PDAM mendistribusikan sekitar 8 kubik air. Air tersebut disalurkan di dua titik utama yang telah ditentukan.
Pasokan delapan kubik air ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian sekitar 500 hingga 600 jiwa. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebutuhan air bersih warga terdampak banjir berkisar 5 hingga 10 kubik per hari. PDAM berkomitmen untuk menjaga ketersediaan air bersih.
Aswad Lulu menegaskan, "Kami pastikan pasokan untuk hari ini aman." Ia juga menambahkan bahwa suplai rutin akan terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan warga di pengungsian maupun yang bertahan di rumah tidak kesulitan mendapatkan air bersih.
Peningkatan Jumlah Warga Terdampak Banjir di Kendari
Camat Baruga, Bustam, melaporkan bahwa jumlah warga yang terdampak luapan Kali Wanggu terus meningkat. Peningkatan ini terjadi seiring tingginya intensitas hujan sejak Jumat malam. Data terbaru menunjukkan dampak banjir semakin meluas.
"Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 126 KK atau 317 jiwa yang terdampak di RT 4, 12, 13, dan 14," jelas Bustam. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari pendataan awal. Sebelumnya, hanya 43 KK yang teridentifikasi terdampak.
Selain fokus pada distribusi air bersih, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Koordinasi ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari. Tujuannya adalah penyediaan bantuan logistik berupa makanan siap saji bagi warga mengungsi.
Pemantauan Kondisi Kali Wanggu dan Kesiapsiagaan Pemerintah
Kondisi debit air Kali Wanggu saat ini dilaporkan masih fluktuatif. Fluktuasi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan dari pihak berwenang. Curah hujan yang tinggi masih menjadi perhatian utama.
Petugas gabungan dari berbagai instansi dan pihak pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan keamanan warga. Mereka juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kesiapsiagaan pemerintah daerah sangat penting dalam menghadapi potensi bencana lanjutan. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci efektivitas penanganan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Sumber: AntaraNews