Menkeu Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran hingga 2027
Ia mengatakan arsitektur kebijakan fiskal 2027 dirancang secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan tetap menjaga defisit anggaran.
Pemerintah memastikan kebijakan efisiensi dan penguatan kualitas belanja negara akan terus berlanjut hingga 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan pengeluaran negara pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.
"Sementara itu, belanja direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB," katanya dalam rapat kerja RAPBN 2027 dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (9/6).
Ia mengatakan arsitektur kebijakan fiskal 2027 dirancang secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan tetap menjaga defisit anggaran pada level yang terkendali.
"Arsitektur kebijakan fiskal tahun 2027 didesain untuk kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit sebesar 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen terhadap PDB," ujar Purbaya.
Menopang Target
Untuk menopang target tersebut, pemerintah memproyeksikan pendapatan negara berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,45 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara rasio perpajakan ditargetkan mencapai 10,02 persen hingga 10,51 persen dari PDB.
Postur Fiskal
Purbaya menjelaskan postur fiskal 2027 telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan program-program prioritas yang nilainya diperkirakan mencapai Rp1.496 triliun hingga Rp1.720 triliun. Pendanaan tersebut akan dilakukan melalui belanja pemerintah pusat, optimalisasi transfer ke daerah dan dana desa, serta pembiayaan anggaran.
Reporter Liputan6.com: Immanuel Christian