Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Bocah di Sragen, Ini Dugaan Penyebab Korban Meninggal Dunia
Jasad korban ditemukan di dalam rumahnya pada Jumat (5/6) sore, dalam kondisi mengenaskan dan masih mengenakan seragam sekolah.
Kasus kematian tragis bocah perempuan 11 tahun di Desa Kedawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai menemui titik terang. Kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku beserta arah penyidikan.
Jasad korban ditemukan di dalam rumahnya pada Jumat (5/6) sore, dalam kondisi mengenaskan dan masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa itu menggemparkan warga dan menjadi atensi publik.
Olah TKP Pakai 4 Metode Sekaligus
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno menyebut, penyidik bekerja maraton sejak laporan diterima.
"Sejak laporan diterima, kami langsung melakukan olah TKP dan menerapkan tiga metode penyelidikan, yakni konvensional melalui pengumpulan keterangan saksi, analisis data dan barang bukti, serta scientific investigation dengan melibatkan Bid Dokkes dan Laboratorium Forensik. Selain itu, kami juga melakukan digital analysis melalui pengelolaan CCTV dan perangkat digital lainnya," kata Catur, Selasa (9/6).
Barang Bukti Kunci Ditemukan di TKP
Dari olah TKP, menurut Catur, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan langsung dengan kejadian.
"Barang bukti yang kami temukan cukup signifikan, termasuk jejak darah, alat yang diduga digunakan pelaku, serta sejumlah benda di sekitar lokasi kejadian yang saat ini masih kami dalami keterkaitannya," ujar Catur.
Barang bukti itu meliputi alat diduga dipakai pelaku, bantal diduga dipakai saat kejadian, hingga jejak kaki berlumuran darah.
Tim penyidik juga menemukan luka serius pada tubuh korban. Salah satunya, jari tengah korban putus akibat kekerasan yang dialaminya. Tim identifikasi Polres Sragen turut mengamankan sejumlah sidik jari laten dari lokasi. Semua barang bukti kini diuji di laboratorium forensik.
Korban Meninggal Akibat Mati Lemas, Isu Pelecehan Ditepis
Hasil pemeriksaan medis sementara memastikan penyebab kematian korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal karena mati lemas. Ditemukan pula adanya kerusakan pembuluh darah besar pada bagian wajah akibat kekerasan," kata Catur.
Polisi juga meluruskan kabar yang beredar di media sosial soal dugaan adanya pelecehan seksual.
"Untuk dugaan pelecehan seksual, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya indikasi ke arah tersebut," ujar dia.
Identitas Terduga Pelaku Sudah Dikantongi
Berbekal olah TKP dan keterangan saksi, penyidikan kini mengerucut ke satu nama.
"Kami sudah mengarah kepada satu pihak yang patut diduga berkaitan dengan perkara ini. Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua alat bukti harus kami kumpulkan secara utuh sehingga ketika dilakukan upaya hukum, tidak ada celah bagi pelaku untuk mengelak dari perbuatannya," kata Catur.
Identitas terduga pelaku belum diumumkan ke publik demi kepentingan penyidikan. Kapolres Sragen memimpin langsung proses evaluasi serta pengembangan penyidikan secara berkala. Polres Sragen masih mendalami hasil labfor, rekaman CCTV sekitar, dan keterangan saksi-saksi.
Sebelumnya masyarakat Kabupaten Sragen digegerkan dengan penemuan mayat bocah perempuan berinisial B yang masih berusia 11 tahun, Jumat (5/6) sore.
Jasad korban ditemukan di dalam rumah orang tuanya di RT 23, Dukuh Bromoasri, Desa Kedawung, Kecamatan Jenar dalam kondisi bersimpah darah dengan beberapa luka bekas kena senjata tajam dan masih berseragam sekolah.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari langsung turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan.
Hasil olah TKP menyebutkan, korban yang diperkirakan masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Dewi, saat pulang kerja. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ditemukan masih mengenakan seragam sekolah di dalam rumah milik orang tuanya.
"Kalau berkaitan dengan kronologi kejadian itu berkisar pukul 10.00 sampai 10.30 WIB. Namun demikian nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Bidokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah itu," ujar Kapolres Sragen melalui Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno.
Menurut Catur, ditemukan adanya tanda-tanda tindak kekerasan fisik pada tubuh korban yang mengarah kuat pada dugaan tindak pidana pembunuhan.
"Ada temuan tanda-tanda kekerasan. Kalau motifnya kemungkinan adanya aksi perampokan. Kami masih melakukan pendalaman materiil. Tetapi memang ada barang milik korban yang hilang dari lokasi kejadian," katanya.