Hati-Hati, Beredar Iklan Palsu Penerimaan Pegawai BGN di Media Sosial
BGN dalam melangsungkan open rercruitment tidak pernah meminta bayaran.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati meminta masyarakat berhati-hati dengan iklan palsu penerimaan pegawai BGN. Menurut dia, informasi tersebut marak di media sosial dan diduga memiliki maksud tidak bertanggungjawab.
"Sehubungan dengan maraknya informasi yang beredar mengenai seleksi pendaftaran pegawai Badan Gizi Nasional (BGN), kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BGN," kata Khairul melalui siaran pers diterima, Minggu (3/8).
Dia menegaskan, BGN dalam melangsungkan open rercruitment tidak pernah meminta bayaran. Karenanya, semua pihak diminta waspada. Apalagi jika harus melampirkan informasi data pribadi.
"Perlu kami tegaskan agar seluruh masyarakat lebih waspada terkait informasi yang mengatasnamakan BGN disertai pungutan biaya dan pengumpulan data pribadi," tegas Khairul.
Khairul kembali memastikan, segala bentuk informasi resmi terkait seleksi pegawai BGN disebarluaskan melalui platform resmi BGN.
"Pastikan selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi atau media sosial resmi BGN. Mari bersama-sama menjaga keamanan data pribadi dan menghindari potensi penipuan," katanya.
Total Penerimaan Manfaat BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan total penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pekan pertama Juli 2025 mencapai hampir tujuh juta orang dari target 82 juta penerima manfaat.
"Ini sudah melebihi dari total penduduk Singapura," ujar Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra Gunawan di Jakarta, Minggu (6/7).
Redy merinci total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi mencapai 1.873 unit. Pekan depan akan bertambah sebanyak 473 unit SPPG. Sehingga totalnya sudah hampir mencapai 2.200 unit SPPG.
"Ini sudah melebihi target dari BGN yang menargetkan Juli akan beroperasi sejumlah 1.994 SPPG," ujar Redy.
Dengan penambahan jumlah SPPG, Redy menjelaskan pelaksanaan Program MBG menyerap hampir 100 ribu orang tenaga kerja langsung.