BGN Tegaskan Informasi Pembukaan PPPK Tahap 3 adalah Hoaks, Masyarakat Diimbau Waspada
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah keras informasi pembukaan seleksi PPPK Tahap 3 yang beredar di media sosial, menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan bukan berasal dari kanal resmi lembaga.
Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah informasi yang beredar luas di berbagai platform media sosial mengenai pembukaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BGN Tahap 3. Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks dan bukan berasal dari pengumuman resmi lembaga.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, menyampaikan klarifikasi langsung dari Jakarta pada Sabtu, 28 Februari. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum membuka tahapan rekrutmen PPPK Tahap 3.
Klarifikasi ini penting untuk mencegah keresahan di tengah masyarakat serta menjaga kredibilitas institusi pemerintah. BGN mengimbau publik agar selalu berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh unggahan yang mencatut nama lembaga tanpa verifikasi resmi.
Klarifikasi Resmi BGN Mengenai PPPK Tahap 3
Rahman secara gamblang menyatakan bahwa BGN tidak pernah mengeluarkan pengumuman pembukaan PPPK Tahap 3 seperti yang beredar. Informasi tersebut jelas tidak benar dan tidak bersumber dari kanal resmi lembaga.
Dia menjelaskan, setiap proses rekrutmen di lingkungan BGN selalu mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku. Pengumuman resmi akan selalu disampaikan secara terbuka melalui saluran komunikasi resmi lembaga.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh unggahan yang mencatut nama BGN tanpa verifikasi yang memadai. Waspada terhadap informasi rekrutmen palsu sangatlah penting untuk menghindari potensi penipuan.
Rahman juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan informasi rekrutmen palsu untuk kepentingan penipuan. Seluruh proses seleksi resmi pemerintah tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
Pentingnya Verifikasi Informasi dan Transparansi BGN
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menambahkan bahwa klarifikasi ini sangat vital. Hal ini bertujuan untuk mencegah keresahan publik sekaligus menjaga kredibilitas institusi.
Menurut Hidayati, penyebaran informasi palsu dapat merugikan masyarakat dan mencoreng nama lembaga negara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.
BGN berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam setiap kebijakan, termasuk dalam hal rekrutmen pegawai. Apabila di kemudian hari terdapat pembukaan formasi PPPK atau jenis rekrutmen lainnya, pengumuman akan disampaikan secara resmi.
Pengumuman resmi tersebut akan dipublikasikan melalui website dan akun media sosial terverifikasi milik BGN. BGN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan hoaks dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi.
Sumber: AntaraNews