Sidang Korupsi Sudewo Dikawal Ribuan Pendukung, Klaim Mantan Bupati Tak Bersalah
Dengan membawa spanduk merupakan dukungan moral untuk Sudewo dan Sumarjiono Kades Arumanis Kecamatan Jaken.
Ribuan massa pendukung maupun loyalis Sudewo dari Pati memadati depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Suratmo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/6).
Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai petani, nelayan, pedagang, hingga anggota organisasi kemasyarakatan (ormas).
Dengan membawa spanduk merupakan dukungan moral untuk Sudewo dan Sumarjiono Kades Arumanis Kecamatan Jaken.
"Yang datang sekitar 1.500 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Ada petani, nelayan, pedagang, ormas, dan lainnya. Mereka datang menggunakan bus medium maupun kendaraan lain," kata Koordinator massa Aksi Pati Bangkit, Sutirto, Senin (15/6).
Sarat Muatan Politik
Dia menyebut para pendukung Sudewo masih meyakini proses hukum yang menjerat Bupati Nonaktif Pati tersebut sarat muatan politik. Menurutnya, banyak loyalis yang menilai kasus tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap Sudewo.
"Untuk loyalis Pak Dewo berkeyakinan bahwa ini kriminalisasi. Kami menilai kasus ini dikondisikan oleh lawan politik beliau," ungkapnya.
Masyarakat yang tergabung dalam Aksi Pati Bangkit berharap Sudewo dapat terbukti tidak bersalah dalam persidangan dan kembali memimpin Kabupaten Pati.
"Kami yakin Pak Dewo akan lolos dari dakwaan tersebut. Harapan kami beliau bisa kembali memimpin Kabupaten Pati," ujarnya.
Pastikan Loyalis Kawal Persidangan
Menurutnya pembangunan infrastruktur pada masa kepemimpinan Sudewo dinilai berjalan berkelanjutan dan diawasi secara ketat.
"Kami melihat langsung di lapangan. Infrastruktur bergerak terus dan kualitas pembangunan juga bagus dan diawasi secara ketat. Pak Sudewo sering turun langsung ke lapangan," jelasnya.
Terkait jalannya proses hukum, pihaknya memastikan kelompoknya akan terus mengawal persidangan. Namun, ia menegaskan aksi yang dilakukan tetap berlangsung secara damai.
"Kalau tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan terus melakukan aksi. Tetapi aksi kami adalah aksi damai, bukan aksi anarkis," pungkasnya.