380 Km Ditempuh Mbah Supiti Ikut Demo Tuntut Bupati Pati Mundur!
Penampilannya sangat berbeda dari yang lain di sekitarnya. Ia mengenakan kalung dan gelang, serta cincin akik yang menghiasi jarinya.
Seorang pria berpakaian serba hitam berdiri di tengah kerumunan warga yang sejak malam memenuhi Alun-Alun Pati, Jawa Tengah. Bersama ratusan, bahkan mungkin ribuan orang, ia berkumpul untuk tujuan yang sama, yaitu melakukan demonstrasi.
Penampilannya mencolok dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Ia mengenakan kalung dan gelang, serta cincin akik yang melingkar di jari. Pria tersebut adalah Mbah Supiti, seorang lelaki berusia lanjut asal Kota Malang, Jawa Timur. Dengan penuh semangat, ia rela menempuh perjalanan darat yang cukup jauh, sekitar enam jam dengan jarak total mencapai 380 kilometer.
"Saya sangat mendukung kebijakan Mas Husein, beserta rekan-rekan semuanya," ucap Mbah Supiti dengan tegas sambil menggenggam tangan, pada Selasa (12/8).
Husein adalah sosok yang menjadi penggerak utama dalam demonstrasi ini, memperkenalkan dirinya sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Pada demonstrasi yang berlangsung pada Rabu (13/8), massa membawa tuntutan yang serius, yaitu mendesak Bupati Pati, Sudewo, untuk mundur dari jabatannya.
Jika melihat ke belakang, tuntutan demonstrasi ini mengalami pergeseran. Awalnya, warga ingin melakukan aksi sebagai respons terhadap kebijakan Sudewo yang menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 250 persen.
Kebijakan tersebut mendapatkan reaksi luas dari berbagai elemen masyarakat yang sepakat untuk menggelar demonstrasi. Namun, Sudewo akhirnya membatalkan kebijakan tersebut. Sayangnya, pembatalan ini tidak diterima dengan baik oleh semua pihak. Massa pun terpecah; ada yang membatalkan aksi, sementara yang lain tetap melanjutkan.
Mereka yang meneruskan demonstrasi tidak lagi fokus pada isu PBB, tetapi mulai mengkritik kinerja Bupati dan mendesak pelengseran. Bagi Mbah Supiti, situasi ini tidak terlalu menjadi masalah. Meskipun ia tidak memiliki kerabat di Pati, harapannya adalah agar pemerintahan daerah yang lebih transparan dapat dimulai dari Pati.
"Saya sangat mendukung kebijakan, mungkin awalnya dari Pati sini. Misalnya untuk renovasi, semuanya bisa terbuka," tambahnya. Sebagai bentuk solidaritas kepada sesama demonstran, Mbah Supiti juga memberikan sumbangan berupa air mineral dan rokok kepada mereka yang membutuhkan.
Suasana di Depan Kantor Bupati Sudewo
Suasana di depan kantor Bupati dan Alun-Alun Pati telah berubah dalam beberapa hari terakhir. Semalam, kerumunan massa berdatangan dari berbagai penjuru Pati dan berkumpul di lokasi tersebut.
Beberapa di antara mereka terlibat dalam percakapan, sementara yang lain sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan. Menariknya, di tempat tersebut telah disediakan makanan berat seperti nasi, lauk pauk, buah-buahan, minuman ringan, dan air mineral yang berasal dari donasi warga.
Posko donasi yang terletak di barat Kantor Bupati Pati juga dipenuhi oleh massa yang sedang berdoa bersama. Setelah berdoa, mereka pun menikmati nasi tumpeng.
Di samping itu, spanduk dan baliho dengan berbagai kalimat kecaman telah dipasang di depan kantor Bupati dan Alun-Alun Pati. Beberapa tulisan yang terlihat antara lain adalah 'KPK Usut Tuntas' dan 'Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo'. Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istyanto, menyatakan bahwa mereka telah menerima ribuan kardus air mineral. Ribuan botol air ini akan ditempatkan di beberapa titik di Alun-Alun Pati.
Selain itu, mereka juga mendirikan posko evakuasi dan dapur umum untuk mendukung aksi yang akan berlangsung keesokan harinya. “Donasi kardus air mineral kita bagikan bagi peserta demo. Kita juga mendirikan tenda besar untuk evakuasi jika ada peserta demo yang sakit dan didirikannya dapur umum,” ujar Teguh.
Sementara itu, di Pendopo Pati juga diadakan istigasah yang bertujuan agar unjuk rasa berlangsung dengan aman dan tanpa kekerasan. Dalam doa bersama itu, hadir Plt Sekda Kabupaten Pati, Riyoso, serta sejumlah pimpinan OPD di Pemkab Pati.
Namun, Bupati Pati Sudewo tidak terlihat hadir. Diketahui bahwa ia sedang menenangkan diri dan berziarah ke makam Syeh Jangkung.