Tegas, Gerindra Tegur dan Janji Bina Bupati Pati Sudewo Usai Didemo Besar-besaran Warga Desak Mundur

Partai Gerindra secara internal telah melakukan pembinaan kepada Sudewo selaku kader partai.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Tegas, Gerindra Tegur dan Janji Bina Bupati Pati Sudewo Usai Didemo Besar-besaran Warga Desak Mundur
Tegas, Gerindra Tegur dan Janji Bina Bupati Pati Sudewo Usai Didemo Besar-besaran Warga Desak Mundur (Merdeka.com)

Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi angkat bicara soal kader partainya sekaligus Bupati Pati Sudewo yang didemo besar-besaran warganya usai menetapkan kebijakan pajak 25 persen. Prasetyo mengatakan Partai Gerindra secara internal telah melakukan pembinaan kepada Sudewo selaku kader partai.

"Ya kalau dikaitkan dengan bahwa beliau adalah kader Partai Gerindra secara internal kebetulan karena kami juga berada di partai yang sama itu kami lakukan, pembinaan itu kita lakukan baik dari Pak Sekjen, Pak Sugiono maupun melalui Ketua DPD," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/8).

Prasetyo menuturkan juga melakukan proses pembinaan kepada Bupati Pati, Sudewo. Dia mengingatkan bahwa pejabat publik juga membawa nama baik partai sehingga harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan bersikap.

"Sebagai pejabat publik, apalagi juga membawa nama baik partai disitulah memang kita harus berhati-hati," ujar dia.

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Sudewo terkait polemik di Kabupaten Pati. Prasetyo menyebut Bupati Sudewo telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan dan kebijakannya yang menimbulkan kekisruhan di Pati.

"Dalam perjalanannya, juga kita lihat Pak Bupati juga menyampaikan permohonan maaf ya terhadap statement beliau yang mungkin itulah yang menyebabkan munculnya dinamika yang terjadi sekarang di Kabupaten Pati," kata Prasetyo.

Sebelumnya, masyarakat Pati, Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini Rabu (13/8). Para demonstran menggelar aksi buntut dari kebijakan Bupati Pati Sudewo menaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2025 hingga 250 persen. Kendati keputusan menaikan PBB-P2 dibatalkan Sudewo, masyarakat tetap melakukan demonstrasi usai ditantang politisi Partai Gerindra tersebut. Sudewo sebelumnya menantang warga mendatangkan massa besar melakukan demonstrasi.

Terkait hal itu, Polres Kota Pati menyiapkan skema pengamanan ketat dengan melibatkan 2.684 personel gabungan dari 14 polres jajaran, TNI, serta berbagai instansi untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

"Pengamanan akan dilakukan secara profesional dan humanis. Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan," kata Kepala Polresta Pati Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi, Rabu (13/8).

Masyarakat Pati pun terus berdatangan ke kawasan Alun-Alun Kota Pati di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati. Massa melempar botol dan mengejar aparat Kepolisian. Kericuhan terjadi setelah tuntutan massa yang menginginkan ditemui Bupati Sudewo tidak kunjung dipenuhi.

Namun akhirnya, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul di tengah-tengah demonstran dengan naik mobil taktis Brimob. Massa pun menghujani Sudewo dengan lemparan berbagai benda.

Sambil dilindungi dengan tameng polisi, Sudewo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Tidak banyak kata yang dia sampaikan. Usai meminta maaf, Sudewo mengatakan akan berbuat lebih baik lagi.

Sebelum aksi unjuk rasa besar-besaran, Bupati Pati Sudewo sempat menantang warganya sendiri untuk demo ke kantor bila menolak aturan tarif PBB-P2 naik sebesar 250 persen pada Tahun 2025.

Warga yang geram pun sepakat melancarkan aksi dan menggelar donasi dana persiapan demo. Lantaran ramai, Bupati Pati Sudewo melunak akhirnya berkenan menurunkan kenaikan PBB-P2 yang semula mencapai 250%.

Rekomendasi