Warga Pati Gelar Syukuran Usai Sudewo Ditetapkan Tersangka
Mayoritas warga Pati sudah geram dengan praktik rasuah yang terjadi di sana
Sejumlah warga dari Kabupaten Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendatangi Gedung Merah Putih, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/2/2026).
“Kami datang sekitar 89 orang dengan dua bus. Kami hadir ini sebagai bentuk syukuran dan bentuk terima kasih kami kepada KPK,” ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Muhammad Saiful Huda, kepada awak media di lokasi, Kamis (12/2/2026).
Menurut Saiful, peristiwa yang terjadi pada Sudewo merupakan pelajaran penting bagi seluruh institusi pemerintahan, khususnya di wilayah Kabupaten Pati.
“Apa yang terjadi pada Bapak Sudewo menjadi sebuah pelajaran bagi semua institusi wilayah di pemerintahan di Kabupaten Pati,” kata dia.
Warga Pati Muak dengan Sudewo
Dia mengklaim, mayoritas warga Pati sudah geram dengan praktik rasuah yang terjadi di sana. Dia pun mendorong, apa yang kasus terkait dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Masyarakat Pati sudah geram dengan praktik-praktik korupsi. Semoga apa yang terjadi di Pati menjadi inspirasi bagi masyarakat di luar Pati. Karena perilaku korup adalah musuh kita bersama,” jelasnya.
Kasus Bupati Non Aktif Sudewo
Diketahui, Sudewo merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sudewo ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Pati, Jawa Tengah, pada Senin 19 Januari 2026.
Pada OTT tersebut, KPK menyita uang tunai sekitar Rp2,6 miliar yang diduga hasil pemerasan, yang ditemukan disimpan dalam karung dan kantong plastik.
Tidak hanya itu, Sudewo saat ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait penerimaan aliran dana dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.