Bupati Pati Non Aktif Sudewo Jalani Sidang Eksepsi, Bahas Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin

Usai sidang, Sudewo mengatakan masih punya tanggung jawab moral terkait kelangsungan nasib ratusan mahasiswa kategori miskin dan siswa kalangan miskin ekstrem.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Bupati Pati Non Aktif Sudewo Jalani Sidang Eksepsi, Bahas Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin
Bupati Pati Non Aktif Sudewo Jalani Sidang Eksepsi, Bahas Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin (Merdeka.com)

Bupati Pati Non Aktif Sudewo menjalani sidang eksepsi atas dakwaan diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus pemerasan dan suap atas kasus pemilihan kepala desa (pilkades) serta proyek pembangunan rel kereta api digarap Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA). Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Joko Hermawan mengatakan, agenda eksepsi tersebut dipercepat lantaran terdakwa menyampaikan tidak memberikan pernyataan apapun.

Usai sidang, Sudewo mengatakan sebetulnya masih punya tanggung jawab moral terkait kelangsungan nasib ratusan para mahasiswa kategori miskin dan siswa kalangan miskin ekstrem.

"Sebab 220 orang itu saya harap dilanjutkan. Karena CSR dari Bank Jateng satu tahun Rp1,9 miliar dari bank lain, dari perusahaan-perusahaan yang lain saya hitung cukup untuk melanjutkan beasiswa tersebut. Maka saya minta itu dilanjutkan, jangan sampai dihentikan," kata Sudewo, Senin (22/6).

Sudewo mengingatkan kepada Plt Bupati Pati Risma Candra untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur di Toping Gunung, Cengkal Sewu, Tambakromo dan yang lainnya itu jangan sampai dikurangi. Sebab nilainya mencapai Rp210 miliar.

"Harus dilaksanakan sebaik-baiknya," ujar dia.

Sedangkan untuk alokasi dana perbaikan jalan raya tersebut sudah dirancang untuk digunakan tahun ini. Sehingga anggaran tersebut harus digunakan untuk dilaksanakan sebagai biaya pembangunan. Termasuk lantaran sudah ada kesepakatan dengan Pemkab Pati dan DPRD Pati.

Kemudian ada juga renovasi sejumlah pasar harus dilaksanakan. Ia merinci renovasi perlu dilakukan pada Pasar Kayen, Pasar Trangkil, Pasar Bulumanis Lor, Pasar Winong 1 dan Winong 2, Pasar Tayu Kulon, Pasar Juwana 1 Juwana 2, Pasar Ngablak. "Karena itu untuk kepentingan rakyat," kata Sudewo.



Rekomendasi