Tanggul Sungai Jebol, 220 Rumah di Pati Terendam Banjir
Jebolnya tanggul disebabkan oleh meningkatnya debit air sungai secara drastis akibat tingginya intensitas hujan dan banjir kiriman dari hulu.
Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Jumat (9/1) malam. Sedikitnya 220 rumah terendam air akibat jebolnya tanggul sungai yang tidak mampu menahan debit air kiriman dari wilayah pegunungan setelah diguyur hujan deras berkepanjangan.
Kapolsek Margoyoso, AKP Joko Triyanto, menjelaskan jebolnya tanggul disebabkan oleh meningkatnya debit air sungai secara drastis akibat tingginya intensitas hujan dan banjir kiriman dari hulu.
"Jebolnya tanggul disebabkan debit air sungai yang meningkat drastis akibat hujan deras berkepanjangan ditambah banjir kiriman dari hulu,” kata AKP Joko Triyanto, Sabtu (10/1).
Tanggul dengan panjang sekitar 25 meter itu tidak mampu menahan volume air yang terus meningkat hingga akhirnya jebol. Akibat kejadian ini, sebanyak 297 kepala keluarga terdampak banjir.
"Sebaran terdampak meliputi RT 02, 04, 05, dan 06 RW 01 serta RT 01, 02, dan 03 RW 02 Desa Bulumanis Kidul. Ketinggian air sempat merendam rumah warga hingga mengganggu aktivitas dan akses lingkungan," ungkapnya.
4 Rumah Rusak Berat
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan berat, seluruhnya berada di RT 02 RW 02.
"Empat rumah tersebut masing-masing milik Kasrindu, Syariah, Supriyanto, dan Sujak," ujarnya.
Meski berdampak cukup luas, Joko memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal maupun luka, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta,” jelasnya.
Warga Diminta Waspada
Pasca kejadian, jajaran Polresta Pati bersama Polsek Margoyoso langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
"Kami fokus pada pengamanan lokasi, membantu evakuasi, serta kerja bakti membersihkan jalan dan rumah warga yang terdampak banjir,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Warga diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Apabila ada perkembangan lanjutan, termasuk kebutuhan warga terdampak, akan segera kami laporkan dan tindak lanjuti,” pungkas Joko Triyanto.