Warga Pati turun ke jalan. Berunjuk rasa besar-besaran buntut kebijakan Bupati Pati Sudewo yang dinilai bersifat arogan dan tidak berpihak kepada rakyat, Rabu (13/8).
Dalam rangka menjaga keamanan, Polres Kota Pati telah menyiapkan pengamanan yang ketat, melibatkan 2.684 personel gabungan dari 14 polres, TNI, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran unjuk rasa.
Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi, menyatakan, "Pengamanan akan dilakukan secara profesional dan humanis. Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan."
Selain itu, personel yang dilibatkan juga berasal dari Satbrimob Polda Jateng, Ditsamapta Polda Jateng, serta instansi lainnya seperti Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Setiap petugas telah mendapatkan pelatihan teknis dan mental sesuai dengan standar operasional prosedur untuk menghadapi potensi provokasi yang mungkin terjadi.
Ia juga mengingatkan kepada peserta aksi dan masyarakat agar tidak membawa barang-barang terlarang seperti minuman keras, narkoba, senjata tajam, senjata api, bahan peledak, dan benda lain yang bisa merusak fasilitas umum.
"Kami akan bertindak cepat jika ditemukan pelanggaran. Semua ini demi keselamatan bersama dan kelancaran kegiatan," tegasnya.
Advertisement
Di sisi lain, Kordinator Lapangan Aksi Demo di Pati, Ahmad Husein, menyampaikan kepada Liputan6.com bahwa masyarakat telah berkumpul sejak pagi, termasuk para pedagang pasar.Husein mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua masyarakat yang mendukung aksi ini.
Ia memperkirakan jumlah massa demonstran yang akan hadir mencapai 100.000 orang, dengan tuntutan utama agar Bupati Sudewo lengser dari jabatannya.
"(Misalkan nanti deadlock) kita tetap bertahan," ujarnya. Husein menekankan bahwa masyarakat Pati tidak lagi memerlukan pemimpin yang arogan dan semena-mena. "Kami masyarakat gak butuh pemimpin yang arogan dan semena-mena," tegasnya.