Tampil Perlente, Sambil Minta Maaf Bupati Pati Malah Dilempari Sandal dan Botol
Kehadiran Bupati tersebut tidak disambut ramah. Massa justru meluapkan kekecewaan dengan melempar sandal dan botol air mineral ke arahnya.
Penampilan perlente Bupati Haryanto Sudewa saat menemui langsung ribuan demonstran mengenakan kemeja putih, peci hitam dan kacamata gelap. Ia terlihat naik mobil taktis Brimob menghampiri para demonstran.
Kehadiran Bupati tersebut tidak disambut ramah. Massa justru meluapkan kekecewaan dengan melempar sandal dan botol air mineral ke arahnya.
Dalam kondisi itu, Sudewo tetap berdiri dan mendapat perlindungan dari barikade tameng aparat kepolisian yang berjaga ketat di sekitar mobil.
Meski suasana memanas, Sudewo memilih menyapa warga secara langsung dan menyampaikan pernyataan terbuka.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf sebesar-besarnya," kata Sudewo dari atas mobil Brimob, seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (13/8).
Ia tidak menyampaikan pernyataan panjang. Dalam momen singkat itu, hanya menegaskan komitmennya untuk memperbaiki diri dan kinerjanya sebagai kepala daerah.
"Saya akan berbuat yang lebih baik," kata dia.
5 Tuntutan Demonstran
Pantauan Liputan6.com di lokasi, satu mobil dinas Polres Grobogan dikabarkan dibakar massa. Kericuhan ini meluas.
Sebelumnya, emak-emak sambil bawa anak juga ikut demo. Mereka mengira demo di Pendopo Kabupaten Pati tersebut berlangsung damai. Saat kepanikan terjadi, banyak balita dan anak-anak pingsan.
Ahmad Husen selaku inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator demo Pati tersebut menyatakan bahwa Bupati Pati Sudewo perlu dilengserkan dari jabatannya karena dinilai bersikap arogan. Warga juga diajak bertahan hingga malam hari sebelum tuntutannya mendapat respons dari pemerintah.
Berikut 5 tuntutan massa demonstrasi di Pati:
1. Menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatan.2. Menolak penerapan lima hari sekolah.3. Menolak renovasi Alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar.4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah.5. Menolak proyek videotron senilai Rp1,39 miliar.