Bupati Pati Sudewo Akui Masih Banyak Kekurangan
Bupati Pati, Sudewo, mencoba mendekati para demonstran dengan mobil taktis Brimob. Namun, alih-alih disambut baik, ia malah dilempari sandal dan botol plastik.
Bupati Pati, Sudewo, mendatangi massa demonstran dengan menggunakan mobil taktis Brimob pada Rabu (13/8). Namun, kedatangannya justru disambut lemparan sandal dan botol air mineral dari sejumlah peserta aksi.
Menanggapi insiden tersebut, Sudewo mengaku memahami luapan emosi warga yang sulit dikendalikan dalam kerumunan besar. Ia menilai, yang terpenting adalah aspirasi masyarakat sudah tersampaikan.
“Kami bisa memahami emosi mereka. Orang banyak kan tidak mungkin terkendali sepenuhnya. Tapi yang terpenting, aspirasi ini sudah berjalan,” ujar Sudewo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pati dikutip Liputan6.com, Rabu (13/8).
Ia menyebut peristiwa itu menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Sudewo pun berkomitmen untuk melakukan pembenahan selama masa kepemimpinannya.
“Ke depan akan saya perbaiki segala sesuatunya. Ini proses pembelajaran bagi saya yang baru beberapa bulan menjabat. Masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus kami benahi,” ucapnya.
Dengan sikap tersebut, Sudewo menegaskan kesiapannya untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki pelayanan demi kepentingan masyarakat Pati.
Bupati Pati dilempar sandal dan botol
Bupati Pati, Sudewo, akhirnya muncul di tengah kerumunan demonstran. Dengan mengenakan pakaian berwarna putih, kacamata hitam, dan peci, Sudewo mendekati para demonstran menggunakan mobil taktis Brimob.
Ketika ia tiba, massa langsung melemparkan berbagai benda ke arahnya, termasuk sandal dan botol air mineral. Dalam keadaan dilindungi oleh tameng polisi, Sudewo berusaha menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf sebesar-besarnya," ujar Sudewo dari atas mobil Brimob.
Meskipun tidak banyak yang ia sampaikan, setelah meminta maaf, Sudewo menegaskan komitmennya untuk berbuat lebih baik di masa yang akan datang.
"Saya akan berbuat yang lebih baik," tambahnya.
Dengan pernyataan ini, Sudewo berharap dapat meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan dengan masyarakat.
Ditekan mundur
Menurut laporan dari Liputan6.com, satu mobil dinas milik Polres Grobogan dilaporkan dibakar oleh sekelompok massa. Kericuhan yang terjadi tampaknya semakin meluas.
Sebelumnya, sejumlah ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka juga turut berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut, dengan harapan bahwa aksi di Pendopo Kabupaten Pati akan berlangsung dengan damai.
Namun, saat situasi menjadi panik, banyak anak-anak dan balita yang pingsan akibat kepanikan yang terjadi.
Ahmad Husen, yang merupakan inisiator aksi tersebut, bersama Syaiful Ayubi sebagai orator, mengungkapkan bahwa Bupati Pati, Sudewo, harus dilengserkan dari jabatannya karena dianggap bersikap arogan.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk bertahan hingga malam hari, menunggu respons dari pemerintah terhadap tuntutan yang mereka sampaikan.