Kepala BGN Lapor Prabowo: Insiden Program Makan Bergizi Gratis Turun Drastis, Target Nol Kasus Tahun Depan

Kepala BGN Dadan Hindayana laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, insiden dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) alami penurunan signifikan. Apa strategi untuk mewujudkan nol kasus di tahun depan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepala BGN Lapor Prabowo: Insiden Program Makan Bergizi Gratis Turun Drastis, Target Nol Kasus Tahun Depan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan insiden kecelakaan mobil MBG yang menabrak siswa SD di Jakarta Utara kepada Presiden Prabowo Subianto, menimbulkan pertanyaan tentang standar operasional pengiriman. (AntaraNews)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan perkembangan signifikan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (16/12).

Dalam laporannya, Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa jumlah insiden atau kejadian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan tren penurunan yang positif. Penurunan ini terjadi setelah sempat mencapai puncaknya pada bulan Oktober lalu.

Pemerintah menargetkan tidak ada lagi kejadian serupa pada tahun mendatang. Upaya ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam setiap penyaluran program tersebut.

Dadan Hindayana merinci data insiden Program Makan Bergizi Gratis yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan September, tercatat sebanyak 67 kasus insiden yang berkaitan dengan program ini.

Angka tersebut kemudian mengalami peningkatan menjadi 85 kasus pada bulan Oktober, yang menjadi puncak kejadian. Namun, memasuki bulan November, jumlah insiden Program Makan Bergizi Gratis turun drastis menjadi 40 kasus.

Tren positif ini terus berlanjut hingga pertengahan Desember, di mana hanya terdapat empat kejadian yang dilaporkan. "Alhamdilillah sudah jauh menurun. Kita usahakan agar tahun depan tidak ada lagi kejadian," ucap Dadan Hindayana.

Untuk mencapai target nol insiden di tahun mendatang, BGN telah menyiapkan strategi komprehensif. Salah satunya adalah melalui program sertifikasi keamanan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sertifikasi ini akan menyasar sekitar 3.000 SPPG yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis. Proses sertifikasi dilaksanakan bekerja sama dengan ID Survei untuk menjamin standar kualitas.

Melalui proses sertifikasi ini, SPPG akan diklasifikasikan ke dalam kategori unggul, sangat baik, dan baik, berdasarkan tingkat kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

Dadan Hindayana berharap upaya ini dapat mencegah terulangnya kejadian serupa pada pelaksanaan program di tahun-tahun berikutnya, termasuk pada tahun 2026. "Mudah-mudahan dengan sertifikasi ini tidak ada lagi kejadian yang akan dialami untuk program MBG pada 2026," katanya.

Selain fokus pada keamanan, Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan dampak positif pada sektor ekonomi dan sosial. Dadan melaporkan bahwa dapur umum program ini telah membuka lapangan kerja bagi 741.985 orang di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 17.555 dapur MBG telah berdiri dan beroperasi di 38 provinsi. Dapur-dapur ini melayani sekitar 50,39 juta pelajar, memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Dadan juga mengungkapkan bahwa serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis sampai hari ini telah mencapai Rp 58 triliun, atau sekitar 81 persen dari pagu yang ditetapkan. Hingga akhir Desember ini, BGN menargetkan penambahan 19.000 SPPG baru.

"Program MBG diperkirakan pada akhir Desember akan membentuk 19.000 SPPG dan itu menyangkut 70 persen penerima manfaat. Insya Allah akan menggunakan seluruh anggaran yang ada yang sudah diberikan kepada BGN," ucap Dadan, menunjukkan komitmen penuh terhadap program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi