BGN dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Perangi Hoaks Program MBG demi Informasi Akurat
Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersinergi perangi hoaks Program MBG, memastikan informasi akurat dan terpercaya untuk masyarakat luas.
Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah memperkuat sinergi mereka guna menangkal hoaks serta disinformasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi strategis ini diambil untuk menjaga integritas informasi publik di tengah derasnya arus digital.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan pentingnya penguatan narasi berbasis data dan fakta sebagai prioritas BGN. Menurutnya, program strategis nasional seperti MBG harus dikawal dengan komunikasi yang transparan dan responsif.
Sinergi ini memastikan ruang digital tetap sehat dari informasi palsu dan menyesatkan, mengingat Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas. Hidayati menyampaikan hal tersebut pada kunjungannya di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (27/2), menekankan bahwa informasi yang beredar harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fokus Sinergi BGN dan Kemkomdigi dalam Perangi Hoaks MBG
Kerja sama antara BGN dan Kemkomdigi tidak hanya berfokus pada klarifikasi isu yang beredar di masyarakat. Kemitraan ini juga mencakup pembangunan sistem deteksi dini terhadap potensi penyebaran informasi keliru di berbagai platform digital. Pendekatan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga ekosistem informasi.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antar lembaga terkait, serta monitoring media secara intensif sebagai bagian penting dari strategi ini. Selain itu, peningkatan literasi digital publik juga terus digalakkan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan memilah informasi.
Khairul Hidayati menekankan bahwa negara harus hadir tidak hanya dalam pelaksanaan program, tetapi juga dalam menjaga kredibilitas informasi. Sinergi ini menjadi langkah konkret agar masyarakat tidak terpengaruh narasi yang menyesatkan dan mendapatkan informasi yang valid.
Transparansi Informasi dan Literasi Digital untuk Masyarakat
BGN juga menyoroti pentingnya transparansi dan akses pengaduan resmi bagi masyarakat sebagai bagian integral dari strategi komunikasi terpadu. Transparansi ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang diterima publik adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kanal resmi yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang benar sekaligus menyampaikan laporan secara langsung. Laporan ini dapat berupa dugaan penyimpangan di lapangan terkait pelaksanaan Program MBG.
Peningkatan literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis dan tidak mudah termakan hoaks atau disinformasi. Edukasi publik terus diperkuat untuk membangun ketahanan informasi di era digital yang kompleks.
Kolaborasi Lintas Lembaga Memperkuat Kepercayaan Publik
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, turut menekankan pentingnya pengawasan publik berbasis data. Beliau juga menyoroti kolaborasi lintas lembaga untuk memerangi hoaks tentang MBG.
Molly menyatakan bahwa kolaborasi BGN dengan Kemkomdigi adalah contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis data dapat mencegah penyebaran hoaks. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program nasional seperti MBG.
Kepercayaan publik terhadap Program MBG sangat vital untuk keberlanjutannya dan mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, upaya bersama ini diharapkan dapat membangun fondasi informasi yang kuat dan meyakinkan masyarakat.
Sumber: AntaraNews