Sudah 22.275 SPPG, Presiden Minta BGN Fokus Tingkatkan Kualitas dan Keamanan

Usai Rakornas bersama Presiden Prabowo, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan presiden meminta kualitas dan keamanan MBG ditingkatkan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Sudah 22.275 SPPG, Presiden Minta BGN Fokus Tingkatkan Kualitas dan Keamanan
Dadan Hindayana (Nur Habibie)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, saat ini sudah ada 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sudah melayani 60.700.000 penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini dia disampaikan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Dengan adanya penambahan SPPG dan penerima MBG, BGN diminta Presiden Prabowo Subianto untuk tetap meningkatkan kualitas.

"Ya pertama pak presiden menyampaikan bahwa BGN harus tetap bekerja dengan cermat. Target dikejar, tapi kualitas dan keamanan harus ditingkatkan. Itu arahan pak presiden," kata Dadan kepada wartawan.

"Dan kita akan tingkatkan terus tahun ini kita akan segera bentuk tim akreditasi sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik," sambungnya.

Nantinya, ia akan melakukan gradasi dan menetapkan mana SPPG yang unggul atau layak dikasih nilai A hingga C.

"Dan kita nanti akan gradasi dan menetapkan mana SPPG yang unggul atau nilai A, kemudian SPPG yang eh sangat baik atau nilai B, dan juga SPPG yang nilai baik atau C," ujarnya.

"Dan mungkin ada SPPG yang harus berjuang untuk bisa terus melanjutkan kegiatannya," sambungnya.

Dadan menegaskan, tahun ini pihaknya akan melakukan peningkatan kualitas dalam penyajian MBG. Hal ini sesuai dengan perintah Prabowo.

"Dan saya kira langkah kita di tahun ini akan merujuk ke peningkatan kualitas dan tentu saja juga akan melakukan tambahan edukasi, di mana penerima manfaat tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi," tegasnya.

"Tapi juga akan mendapatkan edukasi terkait dengan pemilihan makanan yang sehat. Saya kira itu program kita tahun 2026," pungkasnya.

Rekomendasi