Mahkamah Konstitusi
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Massa Aksi Belum Membubarkan Diri, Jalan MH Thamrin Masih Dipadati Demonstran
-
Polisi Ungkap Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo dari BEM UI
-
Pramono Tanggapi Aksi Mahasiswa: Silakan Sampaikan Aspirasi, Jangan Rusak Fasilitas Publik
-
Ini Alasan Bundaran HI Tak Diperkenankan Jadi Titik Demo
-
Dishub DKI Imbau Warga Gunakan Rute Alternatif akibat Aksi di Sudirman-Bundaran HI
Berita Utama Lainnya
-
-
-
anwar usman Anwar Usman Titip Harapan ke Liliek Prisbawono Hakim MK Baru yang Menggantikannya, ini Isinya
-
-
-
kesehatan nasional Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra Dorong Organisasi Profesi Tunggal Tenaga Kesehatan
-
-
bambang rukminto Analis Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan Kapolri, Berpotensi Pengaruhi Independensi
-
-
Adies menjadi calon tunggal sebagai calon hakim MK usulan DPR menggantikan Arief Hidayat yang akan memasuki masa pensiun.
Adies menjadi calon tunggal sebagai calon hakim MK usulan DPR.
Seorang mahasiswa UMY mengajukan uji materi UU LLAJ ke MK setelah mengalami kecelakaan serius akibat puntung rokok, menuntut perlindungan hukum yang lebih tegas.
Akademisi UIN Datokarama Palu menyoroti upaya Mahkamah Konstitusi (MK) dalam menegakkan keadilan substantif, melampaui keadilan prosedural demi menjaga keseimbangan hukum dan sosial.
Putusan itu tertuang dalam Nomor 145/PUU-XXIII/2025. Sanksi pidana atau perdata hanya bisa ditempuh usai seluruh mekanisme di meja Dewan Pers selesai.
Hakim MK Anwar Usman, menyatakan ketidakpuasannya terhadap laporan kinerja hakim MK yang disampaikan Mahkamah Kehormatan MK pada akhir tahun lalu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan revisi UU Pemilu tidak akan mengatur koalisi permanen, menegaskan semangat konstruktif pemerintah dalam penyempurnaan aturan pesta demokrasi.
Gugatan tersebut dilayangkan seorang peneliti bernama Bonatua Silalahi ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Serikat buruh mendesak DPR dan pemerintah segera membahas Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru sesuai amanat Mahkamah Konstitusi. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan masih fokus pada jaring aspirasi publik yang menjadi bagian penting dalam proses perumusan k
Mereka menggugat pasal tersebut karena menilai dirugikan haknya untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh persamaan kedudukan di hadapan hukum.