BEM UI dan Koalisi Masyarakat Sipil Demo di MK, 1.031 Polisi Diterjunkan
Personel yang disiagakan merupakan gabungan dari sejumlah unsur kepolisian, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres, hingga Polsek jajaran.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Koalisi Masyarakat Sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Mahkamah Konstitusi pada Rabu (8/4/2026). Menyikapi agenda tersebut, aparat kepolisian menyiapkan pengamanan dengan mengerahkan ribuan personel gabungan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, sebanyak 1.031 personel diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi pada hari ini.
"Pelayanan aksi unjuk rasa sebanyak 1031 personel gabungan," kata Eryln dalam keteranganya, Rabu (8/4/2026).
Erlyn menjelaskan, personel yang disiagakan merupakan gabungan dari sejumlah unsur kepolisian, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres, hingga Polsek jajaran.
Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk memastikan aksi penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Pengamanan Humanis
Ia menegaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya ujar dia."
Pendekatan tersebut, lanjutnya, bertujuan agar peserta aksi tetap merasa aman saat menyampaikan tuntutan di depan gedung Mahkamah Konstitusi. Di sisi lain, Erlyn mengingatkan seluruh peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu provokasi.
Ia menegaskan, orasi harus dilakukan secara damai dan tidak berujung pada aksi anarkis.
“Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” tandas dia.