CEO Honda Diminta Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
Toshihiro Mibe, CEO Honda, diminta untuk mengundurkan diri oleh para pendiri perusahaan, beberapa minggu setelah pembatalan proyek tiga kendaraan listrik.
CEO Honda, Toshihiro Mibe, menghadapi permintaan untuk mundur dari para pendiri perusahaan hanya beberapa pekan setelah pengumuman pembatalan proyek tiga mobil listrik yang direncanakan untuk diluncurkan di Amerika Utara.
Meskipun demikian, Mibe dengan tegas menolak desakan tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari Carscoops, mulai akhir 2025, sejumlah pensiunan eksekutif Honda akan berkumpul untuk membahas isu-isu yang dihadapi oleh perusahaan asal Jepang ini.
Selama beberapa bulan terakhir, para pendiri Honda menyalahkan Mibe, dengan perhatian khusus pada penurunan penjualan di China, yang merupakan pasar terbesar di dunia.
Lebih jauh, Mibe dianggap bertanggung jawab atas kesalahan strategi perusahaan dalam segmen kendaraan listrik, yang menyebabkan kerugian mencapai US$ 15,7 miliar.
Selain itu, para petinggi Honda juga menilai bahwa Mibe lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sponsor golf ketimbang fokus pada inti bisnis perusahaan.
Puncak ketegangan terjadi pada April 2026, ketika mantan CEO Honda, Nobuhiko Kawamoto, datang ke kantor pusat Honda di Tokyo dan meminta Mibe untuk mengundurkan diri dari posisinya.
Namun, Mibe menolak permintaan tersebut dan memilih untuk tetap bertahan serta melanjutkan kepemimpinannya meskipun di tengah berbagai tekanan yang dihadapi oleh perusahaan.
Kesalahan Mibe di Honda
Menurut kritik yang disampaikan oleh beberapa pihak, Mibe dinilai telah menyimpang dari filosofi 'genba' yang selama ini menjadi salah satu pilar dalam budaya kerja Honda.
Istilah 'genba' ini mengacu pada kebiasaan manajemen untuk terjun langsung ke lapangan, yang meliputi pabrik, dealer, serta lokasi di mana produk digunakan oleh konsumen.
Walaupun Mibe menghadapi tekanan dari para senior di perusahaan, posisinya tetap terjaga berkat dukungan yang kuat dari komite nominasi dan dewan direksi Honda.
Selain itu, struktur tata kelola perusahaan yang kini melibatkan lebih banyak direktur independen juga berkontribusi pada berkurangnya pengaruh dari mantan eksekutif, yang sebelumnya cukup dominan.
Dengan kondisi ini, menjadi jelas bahwa salah satu penyebab utama gagalnya upaya pergantian pucuk pimpinan di Honda adalah perubahan dalam dinamika kekuasaan di dalam perusahaan.