Sindiran Nyeleneh Pemuda Gugat Jokowi soal Esemka: Kalau Bisa Hadirkan Unit Saya Beli Tunai!
Melalui kuasa hukumnya, pemuda 19 tahun anak ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman itu sesumbar
Nama Aufaa Luqmana Re A (19), mendadak jadi viral setelah menggugat Presiden ke-7 Joko Widodo, Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku produsen mobil Esemka.
Seusai sidang di Pengadilan Negeri Surakarta (PN Solo), Kamis (24/4), melalui kuasa hukumnya, pemuda 19 tahun anak ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman itu sesumbar. Ia menyatakan siap membeli unit mobil Esemka secara tunai di tempat apabila pihak tergugat, PT SMK, mampu menghadirkan mobil buatan anak negeri tersebut dalam persidangan.
"Misalkan saja hari ini dari tergugat PT SMK bisa menghadirkan dua unit mobil atau satu unit mobil, Insya Allah langsung kita beli. Cukup unitnya saja dan kita beli secara tunai," ujar Aufa melalui kuasa hukumnya, Sigit Sudibdiyanto.
Namun sayang niatan Aufaa tersebut tak kesampaian, karena sidang ditunda hingga 2 pekan kedepan, karena tergugat lainnya Ma'ruf Amin maupun kuasa hukumnya tidak hadir.
Alasan Gugat Jokowi
Sementara itu, Aufaa mengaku jika gugatan tersebut dikirimkan karena rasa kekecewaannya. Ia tidak bisa membeli mobil Esemka karena gagal diproduksi oleh PT SMK.
“Ya dulu mau beli enggak bisa, karena murah aja ingin membelinya,” jelas Aufaa.
Terkait penundaan sidang, kuasa hukum Aufaa Luqmana, Sigit menyampaikan jika penundaan ini terjadi karena belum lengkapnya semua pihak.
"Sehingga memang bila itu terjadi, sidang bisa ditunda dan dikirim surat panggilang ulang. Ketika nanti dua kali tidak hadir, maka tergantung majelis hakim, apakah akan meneruskan sidang, dan tergugat dianggap tidak mengunakan haknya sebagai tergugat," ungkapnya.
"Tadi sudah di tracking oleh Pengadilan, bahwa surat tersebut sudah dikirim ke alamat yang bersangkutan (Maaruf Amin) di Koja, Jakarta barat dan sudah diterima oleh yang besangkutan. Kenapa kemudian tidak datang kita tidak tahu," pungkas dia.