Lapas Banjarmasin Bekali WBP Keterampilan Kelistrikan Lewat Paket C, Tingkatkan Kemampuan Praktis
Lapas Kelas IIA Banjarmasin membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan dasar kelistrikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, upaya tingkatkan kemampuan praktis sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan dasar kelistrikan. Program ini dilaksanakan melalui Pendidikan Kesetaraan Paket C, bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan praktis para WBP. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Lapas untuk mempersiapkan WBP agar memiliki bekal yang memadai saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menjelaskan bahwa pembelajaran ini diikuti oleh sejumlah WBP. Materi yang diberikan meliputi pengenalan arus listrik, instalasi listrik sederhana, dan berbagai peralatan listrik yang umum digunakan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang dunia kelistrikan kepada para peserta.
Program pembinaan pendidikan ini terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Pendidikan dianggap sebagai aspek krusial dalam proses pembinaan, membuka kesempatan bagi WBP untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Hal ini juga menjadi persiapan penting untuk masa depan yang lebih baik setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Peningkatan Kualitas SDM Warga Binaan
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembinaan WBP di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Akhmad Herriansyah menegaskan, “Kegiatan itu menjadi bagian dari program pembinaan pendidikan yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.” Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek hukuman, tetapi juga pada pengembangan potensi individu.
Pembelajaran keterampilan kelistrikan ini mencakup berbagai topik esensial. Para WBP diperkenalkan pada konsep dasar arus listrik, cara melakukan instalasi listrik sederhana, dan fungsi beragam peralatan listrik. Pengetahuan ini sangat relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai modal usaha di kemudian hari.
Lapas Banjarmasin berkomitmen penuh dalam mendukung setiap kegiatan pembelajaran. “Pendidikan merupakan bekal yang sangat berarti bagi warga binaan. Kami terus mendukung berbagai kegiatan pembelajaran agar mereka tetap produktif dan memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan diri,” kata Akhmad Herriansyah. Dukungan ini memastikan WBP memiliki peluang untuk menjadi individu yang lebih produktif dan mandiri.
Pendidikan Formal dan Keterampilan Praktis
Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di Lapas Banjarmasin dirancang untuk memberikan manfaat ganda. Selain memenuhi kebutuhan pendidikan formal, program ini juga secara signifikan mendorong peningkatan keterampilan praktis. Keterampilan ini sangat berguna baik selama berada di dalam Lapas maupun setelah WBP kembali ke masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyoroti pentingnya program ini. Menurutnya, pembelajaran Paket C adalah sarana vital untuk meningkatkan kualitas diri WBP melalui pendidikan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan mereka.
Gilang menambahkan, “Melalui pembelajaran ini, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar bekerja sama dan aktif dalam proses belajar. Ini menjadi bekal positif bagi mereka ke depannya.” Aspek kolaborasi dan partisipasi aktif dalam proses belajar menjadi nilai tambah yang membentuk karakter WBP.
Manfaat Langsung bagi WBP
Dampak positif dari program Lapas Banjarmasin bekali WBP keterampilan kelistrikan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang WBP berinisial DT mengungkapkan bahwa ia memperoleh banyak pengetahuan baru. Terutama terkait fungsi dan penggunaan berbagai peralatan listrik yang sebelumnya belum pernah dipelajari secara khusus.
DT memberikan testimoni positif mengenai materi yang disampaikan. “Materi tentang dasar-dasar kelistrikan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya jadi lebih memahami fungsi alat-alat listrik dan cara penggunaannya,” ujar DT. Pengakuan ini menunjukkan efektivitas program dalam memberikan pemahaman praktis yang konkret.
Keterampilan kelistrikan ini diharapkan menjadi bekal yang sangat berharga. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang instalasi dan peralatan listrik, WBP memiliki potensi untuk mengembangkan diri. Ini juga dapat menjadi modal untuk mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri setelah mereka bebas, mendukung reintegrasi sosial yang sukses.
Sumber: AntaraNews