Lapas Banjarmasin Pererat Kebersamaan WBP dan Keluarga Melalui Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan 1447 H
Lapas Banjarmasin gelar buka puasa bersama perdana dengan keluarga WBP di Ramadan 1447 H. Inisiatif ini perkuat pembinaan dan hubungan emosional, menandai pergeseran paradigma pemasyarakatan yang humanis.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin baru-baru ini menyelenggarakan acara buka puasa bersama yang istimewa. Kegiatan ini mengundang ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) beserta keluarga mereka. Acara berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 hingga 5 Maret 2026, di lingkungan Lapas Banjarmasin.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ikatan emosional antara WBP dan keluarga di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kehadiran keluarga dianggap krusial dalam mendukung proses pembinaan dan rehabilitasi para warga binaan. Ini merupakan langkah signifikan dalam pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis.
Untuk pertama kalinya, Lapas Banjarmasin secara khusus mengundang orang tua, istri, dan anak WBP untuk turut serta dalam momen kebersamaan ini. Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan pentingnya peran keluarga bagi keberhasilan pembinaan. Kegiatan ini menandai pergeseran paradigma dari pendekatan kepenjaraan ke arah reintegrasi sosial.
Pergeseran Paradigma Pemasyarakatan Melalui Kebersamaan
Lapas Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti nyata pergeseran paradigma pemasyarakatan. Pendekatan kini lebih berfokus pada reintegrasi sosial dibandingkan hanya kepenjaraan semata.
Sebelumnya, acara buka puasa di Lapas hanya melibatkan petugas dan warga binaan tanpa kehadiran keluarga. Namun, tahun ini menjadi titik balik dengan menghadirkan anggota keluarga inti WBP. Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi WBP untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengungkapkan bahwa momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tujuannya adalah untuk mengembalikan warga binaan ke masyarakat dengan cara yang paling baik. Hal ini juga mencegah mereka terpisah jauh dari keluarga.
Memperkuat Ikatan Emosional dan Pembinaan Diri WBP
Total sekitar 400 WBP beserta keluarga mereka berpartisipasi dalam acara buka puasa bersama ini. Kehadiran keluarga memberikan dampak positif yang besar terhadap semangat dan mental warga binaan. Mereka dapat merasakan dukungan langsung dari orang-orang terkasih di bulan Ramadan.
Salah satu WBP, Azhar Assaman, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Saya senang bisa berbuka bersama istri dan anak,” ujarnya. Azhar berharap dapat kembali ke tengah keluarga dengan kondisi yang lebih baik di masa depan.
Herriansyah menambahkan bahwa kerja sama yang baik antara petugas, warga binaan, dan keluarga sangat penting. Kolaborasi ini memungkinkan WBP menjalani ibadah Ramadan dengan tenang dan fokus pada pembinaan diri. Lingkungan yang mendukung sangat vital bagi proses perubahan.
Tradisi Baru Mendukung Reintegrasi Sosial yang Berkelanjutan
Lapas Banjarmasin berkomitmen menjadikan kegiatan buka puasa bersama keluarga ini sebagai tradisi rutin. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi yang sudah terjalin. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung penuh upaya pembinaan yang berfokus pada reintegrasi.
Keberhasilan warga binaan untuk kembali beradaptasi dengan masyarakat sangat bergantung pada dukungan keluarga. Program semacam ini membantu membangun kembali jembatan antara WBP dan lingkungan sosial mereka. Ini juga mengurangi stigma negatif yang sering melekat pada mantan narapidana.
Dengan adanya program-program yang melibatkan keluarga, Lapas Banjarmasin berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang. Tujuannya adalah untuk memastikan WBP memiliki fondasi yang kuat saat kembali ke masyarakat. Ini merupakan investasi penting bagi masa depan mereka dan komunitas.
Sumber: AntaraNews