Tingkatkan Kesejahteraan WBP, Lapas Banjarmasin Optimalkan Layanan Poli Gigi

Lapas Kelas IIA Banjarmasin berkomitmen penuh menjaga kesehatan warga binaan melalui peningkatan Layanan Poli Gigi, memastikan hak dasar terpenuhi dan mendukung pembinaan fisik yang humanis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Kesejahteraan WBP, Lapas Banjarmasin Optimalkan Layanan Poli Gigi
Lapas Kelas IIA Banjarmasin berkomitmen penuh menjaga kesehatan warga binaan melalui peningkatan Layanan Poli Gigi, memastikan hak dasar terpenuhi dan mendukung pembinaan fisik yang humanis. (AntaraNews)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif meningkatkan layanan poli gigi klinik lapas. Upaya ini bertujuan untuk memastikan hak dasar warga binaan pemasyarakatan (WBP) terpenuhi selama masa pembinaan. Peningkatan layanan ini diumumkan pada Selasa, 31 Maret, sebagai bagian dari komitmen Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menjelaskan bahwa pelayanan mencakup pemeriksaan rutin, penanganan keluhan seperti sakit gigi, serta perawatan dasar. Selain itu, edukasi mengenai kebersihan mulut juga menjadi fokus utama. Langkah ini merupakan bagian integral dari pembinaan menyeluruh bagi WBP.

Peningkatan Layanan Poli Gigi Lapas Banjarmasin ini tidak hanya fokus pada penanganan medis. Namun juga menekankan keseimbangan antara pembinaan karakter dan kesehatan fisik. Hal ini sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang humanis dan berlandaskan hak asasi manusia.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pemenuhan layanan kesehatan merupakan hak yang wajib diberikan kepada setiap warga binaan. Komitmen ini menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan di lingkungan lapas. Pihaknya berupaya keras untuk memastikan standar pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal agar warga binaan tetap sehat,” ujar Akhmad Herriansyah. Ia menambahkan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab lapas. Hal ini menunjukkan keseriusan Lapas Banjarmasin dalam menjaga kesejahteraan fisik WBP.

Optimalisasi Layanan Poli Gigi Lapas Banjarmasin ini selaras dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Arahan tersebut menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh lembaga pemasyarakatan. Ini merupakan wujud nyata implementasi kebijakan pemerintah.

Dokter gigi umum Klinik Lapas Banjarmasin, drg. Meka, menjelaskan bahwa Layanan Poli Gigi Lapas Banjarmasin dilaksanakan secara berkala. Pendekatan yang digunakan adalah promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut WBP. Ini berarti tidak hanya mengobati, tetapi juga mencegah masalah kesehatan gigi.

“Selain menangani keluhan, kami memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut,” kata drg. Meka. Tujuannya adalah agar warga binaan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk merawat kesehatan mereka secara mandiri. Edukasi ini diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit gigi jangka panjang.

Selain pelayanan langsung, warga binaan juga diberikan edukasi rutin mengenai kesehatan mulut. Peningkatan kesadaran ini diharapkan mendorong perawatan mandiri. Dengan demikian, risiko penyakit gigi di dalam lapas dapat diminimalisir secara signifikan.

Salah satu warga binaan berinisial BR mengungkapkan rasa terbantunya dengan adanya poli gigi. Sebelumnya, sakit gigi yang dialaminya telah mengganggu kesehatan, menyebabkan susah makan dan tidur. “Sekarang bisa berobat di sini, pelayanannya bagus, jadi kesehatan kami diperhatikan secara menyeluruh,” ujar BR.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi