Ditjenpas Jambi Perkuat Pembinaan Keagamaan Ramadhan bagi WBP di Lapas
Kanwil Ditjenpas Jambi intensifkan Pembinaan Keagamaan Ramadhan melalui shalat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Quran, memperkuat spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi menyelenggarakan program penguatan bidang keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini difokuskan pada shalat tarawih berjamaah yang dilaksanakan di masjid Lapas Kelas IIA Jambi. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Ditjenpas dalam memberikan pembinaan kepribadian dan spiritual.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan kepribadian berbasis spiritual bagi WBP. Bulan Ramadhan dianggap sebagai momentum istimewa untuk melipatgandakan amal ibadah dan meningkatkan kualitas diri. Oleh karena itu, seluruh WBP Muslim diajak memanfaatkan waktu dengan meningkatkan ibadah.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan ajakan kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi dan warga binaan untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi. Harapannya, suasana Ramadhan di dalam lapas dapat menghadirkan ketenangan serta semangat baru bagi WBP dalam menjalani proses pembinaan mereka.
Fokus Pembinaan Spiritual di Bulan Suci
Irwan Rahmat Gumilar menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk peningkatan ibadah. Ia mengajak WBP untuk aktif membaca Al-Quran dan terlibat dalam kegiatan positif lainnya di dalam lembaga pemasyarakatan. Penguatan spiritual ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi WBP.
Kegiatan shalat tarawih dan tausyiah agama rutin digelar setiap malam selama Ramadhan di Lapas Kelas IIA Jambi. Kalapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pembinaan intensif. Intensitas pembinaan mental dan spiritual memang mengalami peningkatan signifikan selama bulan puasa.
Program pembinaan keagamaan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Dengan fokus pada nilai-nilai spiritual, diharapkan WBP dapat merefleksikan diri. Ini akan membantu mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal moral yang kuat.
Pengawasan Ketat Menjamin Keamanan Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan malam hari seperti tadarus dan shalat tarawih, pihak lapas menerapkan pembatasan peserta. Pembatasan ini dilakukan untuk memudahkan pengawasan oleh petugas keamanan. Hal ini penting guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Syahroni Ali menjelaskan bahwa shalat tarawih diikuti oleh 98 orang narapidana. Jumlah peserta ini disesuaikan dengan mekanisme dan pengaturan yang berlaku di lapas. Pengawasan optimal dilakukan oleh petugas pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Tujuan utama dari pengawasan ketat ini adalah untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama. Dengan demikian, WBP dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan fokus.
- Shalat tarawih di Lapas Kelas IIA Jambi diikuti oleh 98 narapidana.
- Petugas pengamanan melakukan pengawasan optimal selama kegiatan berlangsung.
Sumber: AntaraNews