Wagub Jambi Dorong Peningkatan Kualitas Program Keagamaan Lapas Jambi
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mendorong Peningkatan Kualitas Program Keagamaan Lapas Jambi, menekankan pentingnya pembinaan menyeluruh bagi warga binaan.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mendorong peningkatan kualitas program keagamaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) di daerah itu. Dorongan ini disampaikan saat menutup kegiatan Pesantren Kilat di Lapas Kelas IIA Jambi pada Jumat. Sani menekankan bahwa kualitas materi dan implementasi pelaksanaan adalah hal paling utama, meskipun durasi pelatihan relatif singkat, sekitar 21 hari.
Ia menjelaskan, upaya yang telah dilakukan pegawai kepada warga binaan merupakan langkah nyata dalam memberikan keberkahan. Hal ini sejalan dengan pandangannya bahwa tugas lapas bukan sekadar mengurung. Melainkan membina aspek kehidupan warga binaan secara menyeluruh, yang ia istilahkan sebagai keseimbangan dunia dan akhirat.
Peningkatan Kualitas Program Keagamaan Lapas Jambi diharapkan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Sani berharap program-program semacam ini dapat memberikan dampak positif berkelanjutan. Ini akan membantu warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari lapas.
Pentingnya Pembinaan Kerohanian Holistik
Abdullah Sani menegaskan bahwa fungsi lapas tidak hanya terbatas pada penahanan, melainkan juga pembinaan komprehensif. Pembinaan ini mencakup pengembangan aspek spiritual dan moral warga binaan. Fokus pada keseimbangan dunia dan akhirat menjadi landasan filosofis penting. Hal ini memastikan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal rohani.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jambi Irwan Rahmat Gumilar menjelaskan lebih lanjut. Program pembinaan kerohanian ini merupakan terobosan dari Kepala Lapas Jambi. Sebanyak sekitar 400 santri, atau warga binaan, mengikuti program ini selama 21 hari penuh di bulan suci Ramadhan. Peningkatan Kualitas Program Keagamaan Lapas Jambi ini menjadi prioritas utama.
Dalam program tersebut, warga binaan tidak hanya menjalani ibadah rutin harian. Mereka juga menunjukkan prestasi yang membanggakan di bidang hafalan Al-Quran. Irwan menyebutkan bahwa beberapa santri berhasil menyelesaikan hafalan Juz 29 dan Juz 30 Al-Quran. Ini menunjukkan komitmen serta potensi luar biasa dari para peserta program.
Dampak Positif dan Keberlanjutan Inisiatif Program
Irwan Rahmat Gumilar menekankan bahwa kegiatan ini jauh lebih dari sekadar mengisi waktu luang. Ini adalah upaya serius untuk membentuk fondasi kepribadian yang kuat bagi warga binaan. Melalui peningkatan iman dan takwa, diharapkan warga binaan memiliki modal spiritual yang cukup. Modal ini krusial untuk dapat kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat.
Meskipun bulan Ramadhan akan segera berakhir, pembinaan serupa dipastikan akan terus berlanjut. Keberlanjutan program ini penting guna menjaga perubahan positif yang telah dimulai. Ini juga untuk memastikan Peningkatan Kualitas Program Keagamaan Lapas Jambi terus memberikan manfaat jangka panjang. Program ini dirancang agar tidak hanya musiman, tetapi menjadi bagian integral dari pembinaan.
Program ini merupakan wujud nyata dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lapas Jambi dengan bangga menjadikannya sebagai program unggulan dalam pembinaan warga binaan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Lapas Jambi dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sejalan dengan visi pemerintah untuk pemasyarakatan yang humanis dan transformatif.
Sumber: AntaraNews