Jemaat GMIM Peringati Jumat Agung, Doakan Keselamatan Sulawesi Utara Pasca Gempa

Ribuan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara khusyuk memperingati Jumat Agung, seraya memanjatkan doa khusus untuk keselamatan daerah pasca gempa bumi yang mengguncang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jemaat GMIM Peringati Jumat Agung, Doakan Keselamatan Sulawesi Utara Pasca Gempa
Ribuan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara khusyuk memperingati Jumat Agung, seraya memanjatkan doa khusus untuk keselamatan daerah pasca gempa bumi yang mengguncang. (AntaraNews)

Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di berbagai wilayah Sulawesi Utara dengan khidmat merayakan peringatan Jumat Agung. Ibadah ini menjadi momen refleksi atas pengorbanan Yesus Kristus yang menyelamatkan umat manusia. Perayaan Jumat Agung juga diwarnai dengan doa bersama untuk keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

Doa khusus dipanjatkan mengingat kejadian gempa bumi magnitudo 7,6 yang melanda perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara pada Kamis (2/4) lalu. Guncangan kuat dirasakan di Kota Bitung dan Manado, serta hingga Ternate, Maluku Utara. Peristiwa ini mendorong jemaat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memohon perlindungan-Nya.

Pdt Magdalena Lerah, Ketua Jemaat GMIM Baitel Girian Atas Bitung, mengajak seluruh jemaat untuk tidak melupakan keselamatan Sulawesi Utara dalam setiap doa. Beliau menekankan bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Tuhan. Antusiasme jemaat terlihat jelas dalam mengikuti ibadah di berbagai gereja di Kota Manado dan Bitung.

Pdt Magdalena Lerah dalam khotbahnya di GMIM Baitel Girian Atas Bitung mengingatkan jemaat tentang karunia Tuhan yang menyelamatkan manusia. Penyelamatan ini datang melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Beliau menegaskan bahwa anugerah ini bukan hasil dari ketaatan pada Taurat atau persembahan korban.

"Ini bukan hasil ketaatan pada Taurat, bukan juga karena memberi korban persembahan. Semua adalah kasih karunia," ujar Pdt Magdalena Lerah. Jemaat diajak untuk senantiasa teguh percaya dan bersandar pada Yesus di tengah segala kesukaran. Respons terhadap anugerah ini harus diwujudkan dengan berlaku benar dalam kehidupan sehari-hari.

Pdt Lerah juga menekankan bahwa orang percaya harus meyakini Yesus Kristus sebagai penyelamat dari hukuman dosa. Yesus Kristus memiliki kuasa penuh untuk menolong umat dalam menghadapi dan mengatasi berbagai penderitaan. Kesaksian iman dari tokoh-tokoh dalam Surat Ibrani menjadi teladan bagi jemaat masa kini untuk teguh beriman hingga akhir.

Selain ibadah, jemaat GMIM Baitel Girian Bitung juga melaksanakan perjamuan kudus. Sakramen penting ini dilangsungkan pada sore hari pukul 15.00 Wita sebagai bagian dari rangkaian peringatan Jumat Agung.

Peringatan Jumat Agung tahun ini memiliki makna mendalam bagi jemaat di Sulawesi Utara, khususnya setelah peristiwa gempa bumi yang terjadi. Gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang pada Kamis (2/4) menjadi pengingat akan kerapuhan manusia di hadapan alam. Peristiwa ini mendorong jemaat untuk lebih introspektif dan berserah diri.

Di Manado, Pdt Jefry Manitik dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias Malalayang juga menyampaikan pesan serupa. Beliau menyebutkan bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib 2.000 tahun lalu harus dimaknai sebagai penebusan dosa bagi umat manusia. Peristiwa ini menjadi landasan iman yang kokoh bagi umat Kristen.

Pdt Jefry Manitik mengajak jemaat untuk memaknai bencana alam seperti gempa bumi di Sulawesi Utara sebagai momen introspeksi iman. "Kita juga memaknai bencana alam seperti gempa bumi di Sulut untuk mengintrospeksi iman kita, dengan selalu taat menjalankan firman Tuhan," ujarnya. Ketaatan pada firman Tuhan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan hidup.

Meskipun diliputi kekhawatiran pasca gempa, semangat jemaat untuk mengikuti ibadah Jumat Agung tetap tinggi. Ribuan jemaat di Kota Manado dan Bitung memadati gereja-gereja. Mereka bersatu dalam doa dan harapan agar Sulawesi Utara senantiasa dilindungi dari segala marabahaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi