Kanwil Ditjenpas Lampung Kedepankan Pembinaan dalam Pengamanan Lapas Lampung
Kanwil Ditjenpas Lampung menerapkan pendekatan pembinaan humanis dalam Pengamanan Lapas Lampung dan rutan, namun tetap tegas terhadap pelanggaran hukum, terutama narkotika, seraya memperketat pengawasan jelang Idul Fitri untuk menjaga kondusivitas.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Lampung kini mengedepankan pendekatan pembinaan dalam sistem pengamanan di seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di wilayahnya. Strategi ini tidak hanya berfokus pada penjagaan fisik, melainkan juga menyentuh aspek kemanusiaan warga binaan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan memotivasi narapidana untuk menjalani proses rehabilitasi dengan lebih baik.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, menjelaskan bahwa konsep pengamanan ini dirancang untuk memberikan sentuhan humanis kepada warga binaan. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat perbaikan diri di kalangan narapidana. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam fasilitas pemasyarakatan.
Meskipun mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan, pihak Kanwil Ditjenpas Lampung tetap berkomitmen untuk bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum. Terutama, penindakan keras akan diterapkan bagi warga binaan yang terbukti terlibat dalam peredaran gelap narkotika di dalam lapas. Kebijakan ini menunjukkan keseimbangan antara pembinaan dan penegakan aturan demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Lapas Lampung
Pengamanan di Lapas dan Rutan Lampung tidak lagi dimaknai hanya sebagai penjagaan fisik semata, melainkan diperluas dengan pendekatan pembinaan yang humanis. Maulidi Hilal menegaskan bahwa kegiatan seperti buka puasa bersama keluarga merupakan contoh nyata dari langkah preventif ini. Inisiatif tersebut bertujuan agar warga binaan merasa termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan baik dan efektif.
Konsep ini berupaya menciptakan suasana yang kondusif melalui sentuhan kemanusiaan, yang diharapkan dapat mendorong perubahan positif pada diri warga binaan. Dengan adanya interaksi yang lebih manusiawi, diharapkan narapidana dapat lebih fokus pada proses perbaikan diri. Pendekatan ini merupakan bagian integral dari filosofi pemasyarakatan modern yang mengedepankan rehabilitasi.
Penerapan strategi pengamanan yang mengedepankan pembinaan ini menunjukkan komitmen Kanwil Ditjenpas Lampung terhadap hak-hak asasi warga binaan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi potensi konflik dan gangguan keamanan di dalam lapas. Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan optimal tanpa terganggu oleh faktor-faktor negatif.
Sanksi Tegas bagi Pelanggar Narkotika di Lapas Lampung
Meskipun pendekatan humanis diutamakan, Kanwil Ditjenpas Lampung tidak akan berkompromi dengan pelanggaran hukum, khususnya terkait peredaran narkotika. Hilal memberikan peringatan keras bahwa warga binaan yang terbukti masih terlibat penyalahgunaan narkoba akan dipindahkan ke Lapas High Risk di Nusakambangan, Jawa Tengah. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam memerangi narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Pemindahan ke Nusakambangan berarti warga binaan akan ditempatkan dalam sistem one man one cell (satu orang satu sel), yang secara signifikan membatasi interaksi mereka. Hilal menekankan bahwa kondisi ini akan menyulitkan keluarga karena jarak yang jauh serta biaya besar yang harus ditanggung. Hal ini diharapkan menjadi pengingat kuat bagi mereka untuk fokus memperbaiki diri dan menjauhi narkoba.
Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Lampung untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkotika. Dengan sanksi yang berat, diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah warga binaan lain untuk terlibat dalam aktivitas terlarang tersebut. Komitmen ini sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.
Penebalan Pengamanan Menjelang Idul Fitri
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kanwil Ditjenpas Lampung melakukan penebalan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Penambahan personel piket di setiap titik rawan dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif selama periode perayaan. Langkah ini adalah bagian dari upaya preventif untuk menjaga stabilitas di seluruh fasilitas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Bandarlampung, Ike Rahmawati, menambahkan bahwa pihaknya telah bersinergi erat dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya, termasuk TNI dan Polri. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang mungkin timbul. Sinergi antarlembaga ini sangat penting untuk menjaga keamanan secara komprehensif.
Ike Rahmawati juga memastikan bahwa pelayanan hak-hak warga binaan, termasuk pemenuhan ibadah di bulan suci Ramadan dan layanan kunjungan, tetap berjalan optimal. Pengawasan ketat diterapkan untuk memastikan semua layanan berjalan aman dan lancar. Hal ini menunjukkan komitmen untuk tetap memenuhi hak-hak dasar warga binaan meskipun dalam kondisi pengamanan yang diperketat.
Sumber: AntaraNews