Trivia: 55 WBP Lapas Curup Ikuti Sekolah Kejar Paket, Bekal Hidup Setelah Bebas
Sebanyak 55 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Curup antusias mengikuti program Sekolah Kejar Paket dan pelatihan keterampilan, menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Sebanyak 55 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Curup, Bengkulu, kini tengah mengikuti program pendidikan formal berupa sekolah kejar paket. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi hak pendidikan mereka serta membekali para WBP dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
Program ini mencakup berbagai tingkatan, mulai dari Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA, sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang pendidikan masing-masing WBP. Pelaksanaan program pendidikan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan komprehensif yang dilakukan oleh pihak Lapas Kelas IIA Curup.
Selain pendidikan formal, para warga binaan juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan keterampilan praktis. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka setelah selesai menjalani masa hukuman dan kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.
Penuhi Hak Pendidikan, Bekal Masa Depan WBP
Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Curup, Fahmi Siswandi, menjelaskan bahwa program sekolah kejar paket ini adalah bagian dari pemenuhan hak dasar WBP. "Ada 55 Warga Binaan Pembinaan Lapas Kelas IIA Curup yang mengikuti program sekolah paket yang ada di Lapas Kelas IIA Curup," ujarnya.
Fahmi menambahkan, program ini merupakan upaya pembinaan agar WBP memiliki bekal ilmu setelah nantinya selesai menjalani hukuman. Mereka diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan persiapan yang lebih matang dan prospek yang lebih baik.
Rincian peserta program sekolah kejar paket menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para WBP. Sebanyak 14 orang mengikuti Paket A, 17 orang terdaftar di Paket B, dan 24 orang lainnya mengikuti Paket C. Lapas Kelas IIA Curup berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga binaan melalui berbagai program edukasi.
Keterampilan Praktis Tingkatkan Potensi Wirausaha
Selain pendidikan formal, para warga binaan juga mendapatkan pelatihan keterampilan praktis yang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aljabar. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keahlian tambahan yang dapat dimanfaatkan WBP setelah bebas.
Kepala PKBM Aljabar Curup, Agusti Fi Jannati, merinci beberapa keterampilan yang telah diajarkan. "WBP Lapas Kelas IIA Curup juga diberikan keterampilan berupa cara pembuatan roti unyil, ecoprint, dan pembuatan telur asin," jelasnya.
Tidak berhenti di situ, PKBM Aljabar juga telah merencanakan pelatihan lanjutan. "Pada bulan Desember 2025 nanti, kami juga akan menggelar pelatihan pembuatan abon ayam dan membuat celengan dari bahan gipsum," tambah Agusti.
Melalui kombinasi sekolah kejar paket dan pelatihan keterampilan ini, diharapkan WBP dapat memperoleh ijazah formal dan memiliki keahlian produktif. Ini akan menjadi modal penting bagi mereka untuk mencari pekerjaan atau bahkan memulai usaha mandiri, sehingga dapat berwirausaha dan mendapatkan penghasilan yang layak setelah kembali ke masyarakat.
Sumber: AntaraNews