Revitalisasi Kolam Rejang Lebong: Pemkab Siapkan Proyek Percontohan Dongkrak PAD
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siapkan revitalisasi kolam terbengkalai, termasuk BBI Belumai I, sebagai proyek percontohan. Langkah ini diharapkan mampu dongkrak PAD dan hidupkan kembali potensi perikanan daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fokus utama adalah melalui revitalisasi 42 kolam yang saat ini terbengkalai di wilayah tersebut. Proyek percontohan pengelolaan aset daerah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendra Praja, menyatakan keprihatinannya atas banyaknya aset daerah yang tidak terurus. Padahal, pembangunan dan pengadaannya menelan anggaran negara yang cukup besar. Kondisi ini mendorong Pemkab untuk segera bertindak demi pemanfaatan aset yang lebih maksimal.
Salah satu aset yang menjadi prioritas adalah Balai Benih Ikan (BBI) dan kolam air deras di Desa Belumai I, Kecamatan Padang Ulak Tanding. Aset ini akan dijadikan model percontohan dalam upaya revitalisasi kolam Rejang Lebong. Tujuannya adalah agar aset tersebut dapat kembali produktif dan memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah.
Kondisi Aset Daerah yang Terbengkalai
Berdasarkan data teknis, BBI dan kolam pembesaran ikan di Desa Belumai I dibangun sekitar 15 tahun lalu menggunakan dana APBN. Namun, operasionalnya terhenti total sejak tahun 2015 akibat kerusakan pintu irigasi setelah diterjang banjir. Kerusakan ini menyebabkan 42 unit kolam air deras serta kolam pembibitan tidak lagi berfungsi dan ditumbuhi rumput.
Meskipun pada tahun 2024 telah dilakukan upaya perbaikan infrastruktur, Plt Bupati Hendra Praja menilai pemanfaatannya hingga kini belum maksimal. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum tergali dari aset-aset daerah tersebut. Oleh karena itu, revitalisasi kolam Rejang Lebong menjadi sangat mendesak untuk dilakukan.
Selain BBI Belumai I, banyak aset daerah lainnya yang juga mengalami nasib serupa. Pemkab Rejang Lebong menyadari bahwa aset-aset ini merupakan investasi negara yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Tanpa pengelolaan yang optimal, aset-aset tersebut hanya akan menjadi beban dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Strategi Pemkab dalam Revitalisasi Kolam Rejang Lebong
Plt Bupati Hendra Praja telah meninjau langsung kondisi BBI Belumai I dan menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera merumuskan langkah strategis. Fokus utamanya adalah mengaktifkan kembali BBI Desa Belumai sebagai model pemanfaatan aset daerah yang optimal. Inovasi pengelolaan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.
Proyek percontohan ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan Pemkab dalam mengelola aset daerah yang terbengkalai. Jika revitalisasi kolam Rejang Lebong di BBI Belumai I berhasil, model ini akan diterapkan pada aset-aset lainnya. Tujuannya adalah menciptakan sistem pengelolaan aset yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberdayakan kembali aset perikanan ini. Harapannya, hasil dari revitalisasi ini dapat berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten Rejang Lebong. Selain itu, manfaatnya juga diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan benih ikan maupun ikan konsumsi yang berkualitas.
Potensi dan Dampak Revitalisasi Kolam Rejang Lebong
Sebelum mengalami kerusakan, BBI Belumai I merupakan salah satu sentra perikanan produktif di Rejang Lebong. Balai benih ini mampu menghasilkan hingga jutaan ekor benih ikan, serta ikan nila dan ikan mas konsumsi. Produksi tersebut sebelumnya memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya.
Dengan revitalisasi kolam Rejang Lebong, potensi produktivitas ini diharapkan dapat dipulihkan bahkan ditingkatkan. Peningkatan produksi perikanan akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, seperti pekerjaan di sektor perikanan dan peningkatan pendapatan bagi pembudidaya ikan. Ini juga akan mendukung ketahanan pangan daerah.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pemanfaatan aset secara bertanggung jawab. Mengaktifkan kembali BBI dan kolam-kolam yang ada akan mengubah lahan terbengkalai menjadi sumber daya produktif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
Sumber: AntaraNews