Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon secara proaktif membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan edukasi pertanian berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di area lapas Ambon sebagai bagian dari upaya pembinaan keterampilan. Tujuannya adalah mempersiapkan WBP agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
Edukasi ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam budidaya pertanian yang ramah lingkungan dan efisien. Kepala Lapas Ambon, Hendra Budiman, menegaskan pentingnya program ini untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Ini juga menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi bagi para warga binaan.
Peninjauan langsung terhadap lahan produktif telah dilakukan pada Sabtu, 08 November, untuk memastikan kesiapan program. Inisiatif ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga bertujuan memberdayakan WBP dengan keahlian yang relevan. Diharapkan mereka dapat berkontribusi positif setelah menjalani masa pidana.
Advertisement
Advertisement
Kepala Lapas Ambon, Hendra Budiman, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan teknik budidaya yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Metode ini mencakup penggunaan pupuk organik serta pengendalian hama terpadu. Pemilihan benih unggul juga menjadi prioritas untuk mengoptimalkan hasil panen.
Peninjauan langsung oleh Hendra Budiman dilakukan di beberapa titik lahan yang disiapkan untuk budidaya hortikultura. Lahan tersebut juga digunakan untuk komoditas pangan lainnya. Kesiapan lahan, mulai dari kualitas tanah hingga sistem irigasi, dipastikan sesuai prinsip pertanian berkelanjutan.
Program ini melibatkan WBP yang telah mengikuti pelatihan intensif. Mereka dilibatkan dalam seluruh tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. Bahkan, mereka juga diajarkan aspek pemasaran produk hasil pertanian mereka.
Advertisement
Metode pembinaan pertanian berkelanjutan di Lapas Ambon berfokus pada pengolahan lahan tanpa merusak struktur tanah. Rotasi tanam diterapkan untuk menjaga kesuburan tanah secara alami. Pemanfaatan pupuk kompos dan pupuk kandang juga dioptimalkan guna mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Advertisement
Selain teknik pengolahan tanah, WBP juga dilatih dalam penggunaan teknik penyiraman hemat air. Sistem irigasi sederhana diperkenalkan untuk efisiensi penggunaan sumber daya. Pelatihan budidaya hortikultura mencakup sayuran cepat panen, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga.
Hendra Budiman juga meninjau lahan yang disiapkan untuk program peternakan. Ini menunjukkan komitmen Lapas Ambon dalam diversifikasi pembekalan keterampilan. Tujuannya adalah memberikan lebih banyak pilihan bagi WBP untuk mengembangkan potensi diri mereka.
Kolaborasi dengan masyarakat dan pasar lokal menjadi kunci penting dalam program ini. Hendra menegaskan bahwa sinergi ini diperlukan untuk memastikan produk WBP memperoleh akses pasar. Akses pasar yang stabil akan menjamin harga yang layak bagi hasil panen dan ternak mereka.
Advertisement
“Sinergi dengan masyarakat sangat penting agar produk pertanian dan peternakan dari lapas dapat diterima pasar. Ini sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas,” tambah Hendra Budiman.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi warga binaan setelah bebas. Partisipasi aktif WBP dalam menjaga kualitas lahan dan kebersihan lingkungan sangat ditekankan. Standar keamanan di area pertanian juga menjadi prioritas utama.
Advertisement
Program pertanian berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga pada pembentukan karakter. WBP diajarkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari di lahan pertanian. Ini merupakan bagian integral dari proses rehabilitasi mereka.
Melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan pertanian, warga binaan mendapatkan pengalaman berharga. Mereka belajar mengelola sumber daya, menghadapi tantangan, dan bekerja dalam tim. Keterampilan ini sangat relevan untuk kehidupan mereka di luar lapas.
Hendra Budiman berharap program ini menjadi contoh implementasi pembinaan berbasis keterampilan yang efektif. Dampak langsungnya adalah peningkatan kemandirian WBP. Selain itu, program ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui pasokan produk pangan berkualitas.
Advertisement
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh implementasi pembinaan berbasis keterampilan yang berdampak langsung bagi kemandirian WBP dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutur Hendra Budiman. Komitmen Lapas Ambon untuk terus mengembangkan program pembinaan yang inovatif sangat jelas. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap WBP memiliki kesempatan kedua yang lebih baik. Dengan bekal keterampilan yang memadai, mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mandiri.
Sumber: AntaraNews