Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) akan memulai pembagian Kartu Nusuk kepada calon jemaah haji. Pembagian ini dilakukan di Embarkasi Haji Padang melalui layanan terpadu satu pintu atau one stop service. Proses ini bertujuan untuk memastikan kelancaran persiapan keberangkatan jemaah haji asal Sumbar dan Bengkulu.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menjelaskan bahwa pembagian Kartu Nusuk akan dilakukan di Asrama Haji Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan Embarkasi Haji Padang dalam memberangkatkan calon jemaah haji. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 23 April 2026 mendatang.
Kartu Nusuk adalah identitas digital esensial yang wajib digunakan jemaah selama berada di Arab Saudi. Kartu ini berfungsi sebagai pembeda antara jemaah resmi dan ilegal, serta menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai layanan dan area penting di Tanah Suci.
Advertisement
Advertisement
Mekanisme Pembagian dan Efisiensi Waktu Kartu Nusuk
Pembagian Kartu Nusuk diperkirakan memakan waktu sekitar satu menit untuk setiap calon jemaah haji. Meskipun demikian, Kanwil Kemenhaj Sumbar memperkirakan akan ada tambahan waktu antrean sekitar 6 jam 33 menit untuk kelompok terbang (kloter) pertama yang berjumlah 393 orang. Proses ini akan diintegrasikan dengan layanan lainnya.
Untuk memperlancar mekanisme pembagian Kartu Nusuk, Kanwil Kemenhaj Sumbar berencana menyosialisasikannya pada Senin, 20 April 2026. Sosialisasi ini penting agar jemaah memahami prosedur dan persiapan yang diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kendala saat pelaksanaan.
Selain Kartu Nusuk, layanan one stop service di Embarkasi Haji Padang juga akan menyerahkan paspor, biaya hidup atau living cost, serta gelang identitas. Integrasi layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi calon jemaah haji. Semua kebutuhan administratif jemaah akan terpenuhi di satu lokasi.
Advertisement
Advertisement
Fungsi Krusial Kartu Nusuk bagi Jemaah Haji
Kartu Nusuk bukan sekadar tanda pengenal biasa, melainkan identitas digital yang sangat penting bagi jemaah haji. Kartu ini diberikan dan harus diaktivasi oleh syarikah penyedia layanan haji yang telah dikontrak oleh pemerintah. Keberadaan kartu ini memastikan setiap jemaah memiliki identitas resmi.
Fungsi utama Kartu Nusuk adalah membedakan antara jemaah haji resmi dan ilegal. Kartu ini memuat informasi detail seperti nama, foto, tempat dan tanggal lahir, lokasi penginapan, serta data penting lainnya milik jemaah. Informasi ini sangat vital untuk pengawasan dan keamanan.
Lebih lanjut, Kartu Nusuk menjadi syarat utama bagi jemaah untuk mengakses berbagai layanan dan area penting di Arab Saudi. Akses ke Kota Makkah dan Masjidil Haram, misalnya, memerlukan validasi melalui kartu ini. Kartu Nusuk ini juga menjadi pelengkap visa haji yang wajib dibawa jemaah.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Embarkasi Haji Padang Sambut Ribuan Jemaah
Pada musim haji 1447 Hijriah, Kanwil Kemenhaj Sumbar akan memberangkatkan total 5.282 calon jemaah haji. Jumlah ini merupakan gabungan dari jemaah asal Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu. Persiapan matang telah dilakukan untuk menyambut ribuan jemaah ini.
Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, seluruh calon jemaah haji akan diinapkan terlebih dahulu di Asrama Haji Padang. Proses ini merupakan bagian standar dari prosedur keberangkatan haji. Asrama Haji Padang berfungsi sebagai titik kumpul dan pusat persiapan akhir bagi jemaah.
Kesiapan Embarkasi Haji Padang telah diinspeksi secara menyeluruh untuk memastikan semua fasilitas memadai. Mulai dari akomodasi, layanan kesehatan, hingga proses administratif, semuanya dirancang untuk mendukung kelancaran perjalanan ibadah haji jemaah. Hal ini menegaskan komitmen Kemenhaj dalam melayani jemaah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews