Lapas Curup Siap Kelola Dapur Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Gizi dan Pembinaan Warga Binaan
Lapas Kelas IIA Curup siap mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bengkulu, menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi masyarakat serta pembinaan kemandirian warga binaan.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, yang mencakup wilayah Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, menyatakan kesiapannya untuk mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu. Kesiapan ini menyusul penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dengan yayasan pengelola dapur MBG pada 26 Januari 2026 di Jakarta. Program ini menjadi inisiatif strategis nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menegaskan bahwa Lapas Curup adalah salah satu UPT Pemasyarakatan yang ditunjuk sebagai pelaksana program Makan Bergizi Gratis. Penunjukan ini menunjukkan komitmen Lapas dalam mendukung program prioritas pemerintah. Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan di lingkungan Lapas.
Partisipasi Lapas Curup dalam program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program strategis nasional. Selain itu, inisiatif ini juga mengimplementasikan salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.
Kesiapan Lapas Curup dalam Program Makan Bergizi Gratis
Lapas Kelas IIA Curup telah menunjukkan kesiapan penuh dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis setelah penandatanganan PKS penting di Jakarta. Penandatanganan ini melibatkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, para kepala kantor wilayah, serta kepala UPT Pemasyarakatan yang ditunjuk. Lapas Curup secara spesifik diamanahkan untuk mengelola dapur program MBG di wilayah Bengkulu, mencakup tiga kabupaten.
David Rosehan menjelaskan bahwa fokus utama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di lingkungan pemasyarakatan adalah pengembangan dapur sehat. Dapur ini akan beroperasi di dalam lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di bawah pengawasan Lapas Curup. Langkah ini memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan kebersihan yang tinggi.
Aspek unik dari implementasi program Makan Bergizi Gratis ini adalah keterlibatan aktif warga binaan. Warga binaan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pengolahan makanan akan dilibatkan langsung dalam operasional dapur. Ini tidak hanya memberikan mereka pengalaman kerja, tetapi juga memperkuat keterampilan yang sudah dimiliki.
Manfaat Ganda Program MBG bagi Warga Binaan
Program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Lapas Kelas IIA Curup menawarkan manfaat ganda, tidak hanya untuk pemenuhan gizi tetapi juga untuk pembinaan kemandirian. Keterlibatan warga binaan dalam proses pengolahan makanan menjadi inti dari aspek pembinaan ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan keahlian mereka dalam lingkungan yang produktif.
Melalui program ini, warga binaan dapat mengembangkan keterampilan kuliner dan manajemen dapur yang relevan. Pengalaman praktis ini sangat berharga sebagai bekal mereka setelah bebas nanti. Ini sejalan dengan upaya Lapas untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang memadai.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara warga binaan. Mereka bekerja sama untuk tujuan yang positif, yaitu menyediakan makanan bergizi bagi sesama. Hal ini berkontribusi pada lingkungan pemasyarakatan yang lebih positif dan konstruktif.
Dukungan Lapas Curup terhadap Visi Nasional
Partisipasi Lapas Kelas IIA Curup dalam program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk dukungan konkret terhadap visi strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, yang selaras dengan misi pemerintah. Lapas Curup berperan aktif dalam mewujudkan tujuan mulia ini.
Keterlibatan ini juga menjadi bagian dari implementasi salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara lembaga pemasyarakatan dengan kebijakan tingkat kementerian. Sinergi ini penting untuk memastikan program nasional berjalan efektif hingga ke tingkat daerah.
Dengan mengelola dapur Makan Bergizi Gratis, Lapas Curup berharap dapat berkontribusi pada terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Pendekatan ini menekankan pada pembinaan dan pemberdayaan, bukan hanya penahanan. Ini adalah langkah maju dalam modernisasi sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews