Fakta Unik Lapas Jambi: Gagas Program Sahabat Pangan untuk Ketahanan Nasional, Diluncurkan 25 September
Inovasi tak terduga datang dari Kanwil Ditjenpas Jambi! Program Sahabat Pangan Lapas Jambi siap diluncurkan, memperkuat ketahanan pangan nasional dan kemandirian warga binaan.
Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif penting yang diberi nama program Sahabat Pangan Lapas. Program ini digagas sebagai upaya strategis untuk memperkuat program ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Inisiatif ini menandai langkah maju dalam pemanfaatan potensi sumber daya di lingkungan pemasyarakatan guna mendukung kemandirian nasional.
Hidayat, Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, menjelaskan bahwa program Sahabat Pangan Lapas Jambi ini lahir dari komitmen kuat jajaran pemasyarakatan di wilayahnya. Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi bangsa, tidak hanya dalam aspek pembinaan warga binaan, tetapi juga dalam menjawab tantangan besar di sektor pangan nasional. Program ini diharapkan menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan.
Melalui program inovatif ini, setiap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Jambi diarahkan untuk mengembangkan secara optimal potensi lahan yang tersedia. Pemanfaatan lahan ini mencakup sektor pertanian, peternakan, serta perikanan, yang semuanya akan dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus membuka ruang pembinaan yang lebih konstruktif bagi warga binaan, memberikan dampak ganda yang positif.
Mendorong Kemandirian Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Lapas
Inisiatif program Sahabat Pangan Lapas Jambi ini selaras dengan semangat Astacita, sebuah visi yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa, keberlanjutan sumber daya, dan peningkatan kesejahteraan. Program ini secara khusus berfokus pada peningkatan kesejahteraan bagi warga binaan serta masyarakat luas. Pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan pemasyarakatan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan mulia ini, mengubah Lapas menjadi pusat produktivitas.
Program Sahabat Pangan Lapas memanfaatkan berbagai sumber daya yang telah ada di Lapas Jambi dengan pendekatan yang beragam. Beberapa contoh pemanfaatan tersebut meliputi pengembangan ternak ayam petelur untuk produksi telur, penanaman jagung sebagai sumber pakan atau pangan, budidaya padi, dan penerapan sistem hidroponik untuk sayuran. Diversifikasi ini memastikan bahwa setiap Lapas dapat mengoptimalkan lahan dan sumber daya yang dimiliki sesuai dengan kondisi geografis dan potensi lokal.
Hasil produksi yang diperoleh dari program ini tidak hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas, mengurangi ketergantungan dari luar. Namun, juga akan dikelola melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang berarti hasil penjualan akan masuk ke kas negara. Dana yang terkumpul dari PNBP ini kemudian akan dialirkan kembali menjadi sumber pendapatan serta tabungan yang signifikan bagi warga binaan, memberikan mereka bekal ekonomi yang berharga setelah bebas dan membantu reintegrasi sosial.
Sinergi Pentahelix untuk Dampak Berkelanjutan
Program Sahabat Pangan Lapas Jambi dirancang dengan model kolaborasi yang komprehensif, dikenal sebagai pendekatan pentahelix. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak penting, yaitu pemerintah, akademisi dari perguruan tinggi, dunia usaha atau sektor swasta, komunitas lokal, masyarakat umum, dan media massa. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif program dan memastikan keberlanjutannya dalam jangka panjang, menciptakan ekosistem dukungan yang kuat.
Hidayat menjelaskan bahwa kolaborasi pentahelix ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program pemerintah pusat dalam bidang ketahanan pangan. Akan tetapi juga untuk memperkuat sinergi yang erat antara Lapas, pemerintah daerah setempat, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pemasyarakatan di Jambi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai institusi pembinaan semata, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut, memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Peluncuran resmi program Sahabat Pangan Lapas Jambi dijadwalkan pada tanggal 25 September mendatang. Acara peluncuran ini akan dilaksanakan di Lapas Muara Bulian, menandai dimulainya fase implementasi yang lebih luas. Model kolaborasi pentahelix ini diharapkan dapat memperluas dampak ketahanan pangan secara signifikan, melibatkan berbagai pihak secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama dalam kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews